JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SDM dan KTI

ABSTRACT

 

Efektivitas dan efisiensi pemupukan sawi dan selada dengan menggunakan pupuk kimia masih memiliki peluang untuk ditingkatkan, diantaranya meggunakan bahan organik. Salah satu jenis bahan organik yang potensial untuk dikombinasikan dengan pupuk kimia tersebut adalah substansi humat yang berasal dari ekstrak lignite. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pupuk NPK dan ekstrak lignite terhadap pertumbuhan serta hasil sawi dan selada. Pengujuan skala pot dilakukan di rumah kaca Balai Pengkajian Teknologi PErtanian Jakarta, sejak bulan Juni hingga September 2009. Percobaan diatur menggunakan rancangan acak kelompok lengkap 3X2 dengan 10 kali ulangan. Faktor pertama adalah tingkat pemupukan NPK, yakni tanpa NPK, NPK 50% dan 100% dari takaran rekomendasi. Faktor kedua adalah pemberian ekstrak lignite, yakni tanpa pemberian dan dengan pemberian ekstrak lignite. Parameter pengamatan terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar dan berat kering trubus serta akar tanaman. Pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan analisis varians dan dilanjutkan menggunkaan uji LSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan NPK dan ekstrak lignite nyata meningkatkan pertumbuhan serta hasil sawi dan selada. Kombinasi perlakuan terbaik yang mendukung pertumbuhan sawi dan selada adalah NPK 100% + ekstrak lignite, diikuti oleh perlakuan pemupukan NPK 100% tanpa ekstrak lignite. Persentase biomassa pada kombinasi perlakuan NPK 100% + ekstrak lignite dibandingkan kombinasi perlakuan pemupukan NPK 100%  tanpa ekstrak lignite mencapai 160,1% pada sawi dan 115,7% pada selada.

Kata kunci: sawi, selada, NPK, lignite

 

  • Download Full Text

ABSTRACT

 

This study aims to examine the role of organic nutrient in supporting the growth of mustard green, lettuce, kangkong, and spinach are grown organically in a hydroponic system. The study was conducted in farmers’ fields from May to November 2009. The experiment was arranged using Completely Block Randomized Design, the type of nutrients as treatment, which includes the Bio Nutrition, HB-101, and Ab-Mix for comparison. Treatment units in each commodity consists of 20 plants arranged in a plastic pots containing a mixture of charcoal husk media and granular organic fertilizer (3:1 by weight). Each treatment unit is repeated 10 times. Observed variables were plant height, stem diameter, leaf number, and as well as fresh and dry weight yields. The results showed that the growth rate and yields achieved in the Bio-nutrient is lower than the AB-Mix, but higher than HB-101. The yield of mustard green, lettuce, kangkong, and spinach in the Bio-nutrition treatment eached 59,9%, 87,8%, 26,7%, and 49,1% compared AB-Mix and reached 136,8%, 132,7%, 108,6% and 111,6% compare HB-101, respectively.

Keywords: nutrient, hydroponic, organic

 

  • Download Full Text

ABSTRACT

 

Anggrek merupakan salah satu jenis tanaman hias yang popular dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satunya adalah jenis Dendrobium. Hingga saat ini, produksi anggrek tersebut masih tergolong rendah dan jauh di bawah potensi genetis yang dimilikinya. Salah satu factor yang diduga menjadi penyebabnya adalah belum tepatnya aspek pupuk dan pemupukan yang diterapkan oleh petani. Oleh sebab itu, kegiatan yang bertujuan untuk mengkaji pupuk dan teknologi pemupukan yang tepat, khususnya pada anggrek Dendrobium sangat diperlukan. Pengkajian dilakukan di lahan petani dengan melibatkan lima petani kooperator sebagai ulangan. Tanaman anggrek yang digunakan adalah Dendrobium asal meriklon (var. Airy Beauty) pada tahapan bibit (seedling) dan remaja (blooming). Perlakuan yang diujikan meliputi pupuk dan teknologi pemupukan eksisting petani (pupuk daun Hyponex), pupuk dan teknologi pemupukan cara BPTP, masing-masing menggunakan pupuk hasil fermentasi ikan, pupuk hasil fermentasi rumput laut, ekstrak humat, dan kombinasi ketiganya. Peubah pengamatan, meliputi jumlah dan tinggi tunas, jumlah dan ukuran daun, panjang tangkai bunga, dan jumlah kuntum. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple range Test masing-masing pada taraf kepercayaan 95%. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pupuk alternative hasil fermentasi ikan, hasil fermentasi rumput laut, ekstrak humat dan campuran ketiganya, mempu mendukung pertumbuhan dan hasil anggrek Dendrobium (var. Airy Beauty) asal meriklon setara dengan pupuk dan pemupukan cara petani (Hyponex). Persentase peningkatan pertumbuhan anggrek fase seedling dan blooming tertinggi diantara keempat jenis pupuk alternatif yang diujikan mencapai 114,7%, sedangkan peningkatan pembungaan tertinggi mencapai 111,1%.

Kata kunci: pupuk alternatif, dendrobium

 

ABSTRACT

 

Kelangkaan dan peningkatan harga media tanam merupakan salah satu permasalahan yang cukup serius dalam budidaya anggrek saat ini. Oleh sebab itu, kajian yang bertujuan untuk mendapatkan media alternative yang berkualitas, mudah didapat, dan berharga murah masih sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh media tanam alternative terhadap pertumbuhan dan hasil Dendrobium Airy Beauty. Pengujian dilakukan di lahan petani dengan melibatkan lima petani kooperator sebagai ulangan. Tanaman anggrek yang digunakan adalah Dendrobium Airy Beauty dan blooming. Media tanam yang diuji adalah arang kayu dan media tanam alternative, yaitu media tanam mineral berupa balok berukuran 2x3x1 cm  yang terbuat dari campuran mineral lempung, batuan fosfat, zeolit, dan lignit (10:10:10:10, b/b) dan media tanam semi organik berbahan baku lempung, bahan organik tepung daun kering sekam, serbuk gergaji, batuan fosfat, dan zeolit (60:20:10:10, b/b). Perlakuan diatur menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Setiap perlakuan di setiap ulangan terdiri atas 20 tanaman pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah, tinggi, dan diameter tunas serta jumlah, lebar, dan panjang daun anggrek fase seedling pada media mineral (MM) dan media semi organik (MSO) tidak berbeda nyata dengan arang kayu. Pada fase blooming rerata masing-masing peubah tunas dan daun pada MM dan MSO nyata lebih rendah dibandingkan arang kayu. Media semi organik nyata meningkatkan panjang tangkai bunga, sedangkan MM selain nyata meningkatkan panjang tangkai bunga juga nyata meningkatkan jumlah kuntum. Implikasi hasil penelitian adalah MM dapat dijadikan media alternative dendrobium fase seedling dan blooming, sedangkan MSO dapat digunakan fase seedling.

Kata kunci: dendrobium, media alternatif

 

  • Download Full Text

ABSTRACT

 

Pemanfaatan mimba (Azadirachta indica), cengkeh, maupun sereh sebagai pestisida nabati telah banyak dilaporkan. Namun pemanfaatannya dalam pengendalian kumbang gajah (Orchidophyllus atterimus) pada anggrek, khususnya Dendrobium, belum diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas Azdirachtin dab kombinasinya Eugenol-Sitronela dalam upaya mengendalikan O. atterimus. Penelitian dilakukan dalam skala rumah kasa dan lapangan, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dan dianalisis menggunakan uji Duncan t pada taraf 5%. Uji rumah kasa dilakukan dengan menggunakan 6 (enam) perlakuan, dan 2 ulangan, dengan masing-masing ulangan terdiri dari 8 (delapan) pot sampel Dendrobium. Sedangkan uji lapangan dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) perlakuan dan 3 ulangan, dengan masing-masing ulangan menggunakan 5 (lima) pot sampel Dendrobium. Hasil pengujian di rumah kasa meggunakan perlakuan pestisida kimia sintetik, memberikan tingkat intensitas serangan hama terendah, yaitu 30% pada bulb, dan 45,8% pada daun. Perlakuan dengan menggunakan Azadirachtin memberikan intensitas serangan terendah sebesar 68,5% pada bulb, sedangkan pada perlakuan kombinasi Azadirachtin-Eugenol-Sitronela sebesar 51,9% pada bulb. Namun demikian berdasarkan hasil uji lapangan, Azadirachtin dan kombinasi Azadirachtin-Eugenol-Sitronela cukup potensial untuk digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan kumbang gajah karena mampu mengimbangi kemampuan pestisida kimia sintetik. Pada perlakuan menggunana Azadirachtin intensitas serangan kumbang terendah adalah sebesar 18,7% pada bulb, sedangkan pada penggunaan pestisida kimia sintetik sebesar 15,6% pada daun, dan pada perlakuan Azadirachtin-Eugenol-Sitronela sebesar 21,3% pada bulb. Di samping itu adanya fenomena berupa banyak terbentuknya populasi kumbang jantan pada anggrek yang diaplikasi dengan Azadirachtin juga menjadikan potensi bahan aktif ini sebagai pengendali kumbang gajah.

Kata kunci: Azadirachtin, kumbang gajah, Dendrobium

 

  • Download Full Text