JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tanaman Porang Kaya Manfaat dengan Nilai Ekspor Tinggi

Porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri. Umbi tanaman porang mengandung zat Glucomanan yang memiliki banyak manfaat dibidang industry dan juga kesehatan seperti bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air. Selain juga digunakan untuk pembuat lem dan Jelly yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor kenegeri Jepang. Tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor. Umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan.

Porang merupakan tanaman herbal yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter.Tanaman ini merupakan tanaman penghasil umbi yang banyak hidup di hutan tropis. Secara fisik, tanaman porang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih. Tanaman porang hanya bisa tumbuh dibawah pepohonan penyangga seperti pohon jati. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja, namun untuk mendapatkan hasil yang baik, maka siapkan tanah gembur dan subur serta tidak tergenang air, pH yang diinginkan adalah 6 – 7. Tanaman porang memerlukan naungan agar pertumbuhannya baik, tingkat kerapatan naungan minimal 40%. Naungan yang cocok untuk tanaman porang adalah pepohonan jenis jati, mahoni dan sorro.

 Porang dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 700 m dpl, tetapi ketinggian yang paling baik adalah pada ketinggian 100 – 600 m dpl. Tanaman porang dapat diperbanyak secara vegetatif maupun generatif. Secara umum teknik perkembangbiakan porang dapat dilakukan dengan perkembangbiakan dengan Bintil atau Katak. Katak adalah bintil bewarna coklat kehitaman yang muncul pada pangkal atau tangkai daun tanaman porang. Perkembangbiakan dengan biji atau buah dan dapat juga dengan umbi. Tanaman porang paling baik ditanam ketika musim hujan yaitu sekitar bulan November – Desember.

 Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kalinya setelah berumur 2 tahun, dengan cirri-ciri daun porang sudah kering dan jatuh ketanah. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya kurleb 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya. Setelah itu tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

Sumber: Yulaika Ramadhani.tirto.id