JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta Utara (04/05/2021) -- Hilirisasi inovasi pertanian merupakan kegiatan mendekatkan inovasi pertanian kepada masyarakat, khususnya pengguna. Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) memiliki banyak inovasi pertanian siap pakai dan aplikatif untuk dijadikan objek kegiatan hilirisasi agar semakin dekat dengan masyarakat luas. Hilirisasi dapat dilakukan melaui kaji terap, pembuatan demplot, temu lapang, ekspose, dan bimbingan teknis yang akan ditampilkan oleh BPTP Jakarta di suatu area yang terintegrasi dan dapat dilihat secara langsung.

BPTP Jakarta pada Selasa, 04 Mei2021, bersama dengan BBPengkajian, Balittanah dan Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Nusantara melakukan kajian diagnosis lapangan dalam bentuk focus group discussion (FGD) pada Rabu, 5 Mei 2021membahas hal-hal yang perlu diperhatikan terkait rencana lokasi hilirisasi. Lokasi hilirisasi yang dikunjungi adalah area seluas 2 ha yang berada di daerah Kalijodo, Jakarta Utara. Seluruh tim meninjau, mengamati dan mempertimbangkan aspek-aspek penting pada lokasi tersebut agar lokasi ini dapat menjadi area display inovasi teknologi balitbangtan yang berkelanjutan. Aspek-aspek yang dibahas yaitu terkait kondisi tanah, iklim, alokasi sumber daya, kondisi sosial ekonomi setempat dan kualitas air.

FGD yang berlangsung di Ruang Rapat Utama BBPengkajiam membahas lebih mendalam terkait yang ditemukan di lapangan. Dari FGD ini dihasilkan beberapa luaran yaitu komoditas apa saja yang akan ditampilkan, inovasi apa saja yang mungkin untuk diterapkan di lokasi, dan juga bagaimana merancang agar berbagai bidang keilmuan dapat ditunjukkan di lokasi dengan baik. Saran-saran dari narasumber diantaranya adalah agar di lokasi hilirisasi dapat menampilkan replikasi berbagi inovasi yang telah berhasil dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dengan harapan tingkat keberhasilannya ke depan juga akan tinggi.

Kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan adalah tim dari Balittanah akan mengambil sampel tanah dan memfiksasi layout komoditas dan tata letak inovasi di dalam lokasi hilirisasi. Harapannya agar kegiatan hilirisasi ini dapat berdampak lebih besar karena dapat diakses oleh masyarakat luas dan dapat menjadi area untuk edukasi bahwa kita bisa melakukan kegiatan pertanian meskipun di daerah perkotaan, demikian disampaikan oleh Dr. Nurhayati, Kepala BPTP Jakarta menutup acara FGD. (FIN)