JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Kegiatan BPTP Jakarta tetap berkarya di masa pandemi ini, merupakan kegiatan yang bersinergi antara BPTP Jakarta dengan beberapa universitas dalam melaksanakan inovasi teknologi. Kegiatan PKL ini diaplikasikan dalam bentuk kegiatan kajian/penelitian. Walaupun terlihat sederhana, tetapi cara ini merupakan salah satu cara yang bisa dilaksanakan pada masa pandemi ini oleh BPTP Jakarta untuk masyarakat. Dalam pelaksanaan PKL ini diaplikasikan dalam bentuk kegiatan penelitian pendahuluan, dimana topik yang digunakan dalam kegiatan PKL ini merupakan hasil pemikiran/ide-ide dari para pembimbing/peneliti yang tertuang dalam judul penelitian sederhana dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan teknologi yang diperlukan di wilayah DKI Jakarta yang spesifik lokasi, selain itu dengan PKL merupakan kegiatan sosialisasi untuk lebih mengenalkan tupoksi dan visi misi BPTP Jakarta kepada masyarakat dan pengguna. Sebagai bentuk pertanggung jawaban dari pelaksanaan PKL, telah dilaksanakan presentasi hasil, di ruang Rapat lantai 2, BPTP Jakarta. Kegiatan PKL ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan bertahap dari gelombang 1 dan 2, dilanjutkan pada gelombang 3 dan ke 4.

Pada gelombang 3 ini PKL didampingi oleh pembimbing antara lain: 1). Dr.Indarti Puji. L, 2). Dr. Ana Feronika, 3). Novi Anisatun,R. SP, MSi dan 4). Ir. Emi S, MP. Presentasi disampaikan oleh mahasiswa dari UNJ - Jakarta dan UNSUD Purwokerto, dengan topik antara lain: Perlakuan jenis media tanam untuk mikrogreen pada slada Butter head Aplikasi Agens hayati pada persemaian tanaman tomat, Aplikasi sistem hidroponik sistem DFT dan NFT pada tanaman kangkung. Pengaruh jumlah tanaman dan cara tanam pada kangkung sistem hidroponik.

Sedangkan pada Pada Gelombang ke 4, diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Negri Jakarta (UNJ). Dengan pembimbing antara lain: 1). Dr. Ana Feronika, 2). Novi Anisatun R SP. MSi dan 3). Ir. Emi S, MP. Materi presentasi yang dibahas antara lain:

1). Keragaman OPT pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentim Mill.) yang Diaplikasi Agens hayati. Dari kegiatan PKL menginformasikan bahwa: a) Tricho-Z (mengandung Trichoderma harzianum, Rhizobium sp., Azotobacter sp., Aspergillus niger, dan Pseudomonas fluorescens) memberi kecenderungan dapat meningkatkan efek ketahanan tanaman tomat terhadap layu Fusarium mencapai ±90%, serta unggul dalam parameter pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan diameter kanopi hingga umur 38 HST. b) Agrimeth (mengandung Methylobacterium sp., Azotobacter sp., Bacillus sp., Rhizobium sp., dan Bradyrhizobium japonicum) memberi kencenderungan meningkatkan efek ketahanan tanaman tomat terhadap hawar daun (Phytophthora sp.) mencapai 100%, serta unggul dalam parameter pertumbuhan lebar daun.

2). Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Sawi dan Kailan pada jenis media tanam organik. Dari Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa: a). Perlakuan media tanam memberikan pengaruh signifikan bagi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman, bobot basah akar (pada sawi), bobot kering akar (pada kailan), serta bobot kering tanaman pada sawi dan kailan. b). Pada kailan, media tanam tanah + kasgot (bekas magot) memberikan nilai rerata beberapa peubah yang lebih tinggi dibanding media tanam lainnya.c). Pada sawi, media tanam yang dirasa lebih baik adalah antara tanah+ kascing (bekas cacing) dan tanah+kasgot. d).Perbedaan hasil salah satunya dipengaruhi oleh sifat fisioliogis tiap tanaman yang berbeda-beda.

3). Perlakuan jumlah tanaman dan jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman Kemangi (Ocimum sp.). Dari kegiatan ini dapat disimpulkan: a). Secara umum pemberian Nutrisi AB mix, meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang akar, dan berat brangkasan pada tanaman kemangi, jika dibandingkan dengan pemberian NPK. 2. Dengan perlakuan 3 tanaman/netpot, meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, tetapi dengan perlakuan 4 tanaman meningkatkan hasil panen yang lebih tinggi pada tanaman kemangi.