JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, (24/03/2021) --  BPTP Jakarta kembali menggelar Bimbingan Teknis Budidaya Cabai Rawit dan Bawang Merah khususnya bagi warga di Kelurahan Jatipadang. Kedua komoditas hortikultura yaitu cabai rawit dan bawang merah masih menjadi komoditas strategis Kementerian Pertanian karena memang kedua komoditas tersebut berdampak langsung terhadap inflasi. Peserta bimbingan teknis meliputi perwakilan dari warga di 10 Rukun Warga (RW) di Kelurahan Jati Padang, peserta bimbingan teknis ini juga dari PKK Kelurahan Jati Padang, dan PPSU. Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Lurah Kelurahan Jati Padang yang diwakilkan oleh Bapak Sekretaris Kelurahan (Bapak Rahman) yang sangat berterima kasih dengan adanya bimbingan teknis ini, karena menjadi bekal bagi warga setempat dalam memanfaatkan pekarangan rumah, terutama untuk tanaman yang bermanfaat. Harapannya, para kader yang hadir menjadi peserta bimtek kali ini dapat mengikuti dengan baik dan selanjutnya ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan di wilayah masing-masing.

Bimbingan teknis budidaya bawang merah dan cabai rawit ini merupakan awal dari sebuah tahapan, yang harapannya nanti para peserta bimtek akan didampingi di lapangan, oleh Peneliti BPTP Jakarta, Kasatlak serta Penyuluh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar tetap berkelanjutan adalah dengan mengadakan lomba pertanian antar RW, antar kelurahan dan sebagainya. Hal ini disampaikan oleh Bapak Kasudin KPKP Jakarta Selatan (Dr. Hasibuan) yang hadir dalam kesempatan ini. Adapun, Kepala BPTP Jakarta (Dr. Nurhayati, SP, M.Si) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PKK dan para kader, karena harapan kita bersama adalah Kelurahan Jati Padang dapat mandiri cabai rawit dan bawang merah. Merupakan tugas dari BPTP Jakarta dalam rangka percepatan hirilisasi inovasi teknologi pertanian, sehingga BPTP Jakarta selalu terbuka dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Saat ini BPTP Jakarta mengagendakan “BPTP Jakarta Berbagi” sebagai upaya untuk memberikan stimulus kepada masyarakat agar lebih tertarik pada inovasi pertanian, serta lebih kenal dan dekat dengan BPTP Jakarta. Oleh sebab itu, masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang ini, terutama warga yang berada di sekitar wilayah kantor BPTP Jakarta.

Disampaikan oleh Narasumber pertama Dr. Indarti Puji Lestari, SP, M.Si yang merupakan Peneliti BPTP Jakarta bahwa bawang merah biasanya ditanam di lahan dan di sentra-sentra bawang merah. Namun, akhir-akhir ini sudah banyak masyarakat mencoba untuk berbudidaya bawang merah dengan memanfaatkan pekarangan rumah, sehingga dapat dilakukan penanaman dengan menggunakan pot atau polybag. Keberhasilan budidaya bawang merah, dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal
(sifat tanaman) dan faktor eksternal (kondisi iklim, pemupukan, pengairan, media tumbuh, treatment tertentu). Pada bawang merah, terdapat banyak varietas yang masing-masing mempunyai keunggulan. Salah satu varietas Bawang merah yang adaptif pada musim kemarau dan hujan adalah Bima Brebes, sedangkan varietas yang adaptif pada musim hujan adalah varietas Maja, Sembrani dan Trisula. Materi kedua disampaikan oleh Ikrarwati, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) dengan judul “Pemanfaatan Pekarangan Dengan Budidaya Cabai Rawit”, bahwa cabai menduduki posisi penting dalam menu pangan walaupun dalam jumlah kecil, kurang lebih 4kg/kapita/tahun. Dalam bimtek ini, peserta tidak hanya dibekali materi akan tetapi juga praktek langsung yang dipandu oleh para peneliti dari BPTP Jakarta. Dan menariknya, peserta juga dibagikan goodiebag pelatihan yang berisi media tanam, benih cabai rawit, pupuk anorganik, serta bioprotekter, dengan harapan peserat akan dapat langsung praktek di rumah masing-masing. Salam dan semoga bermanfaat.