JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Jakarta -- Bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan, keterbatasan lahan menjadi tantangan dalam membudidayakan sayuran. Namun dengan menggunakan metode/inovasi tertentu, berkebun menjadi lebih menyenangkan, efektif dan efisien dalam pelaksanaannya. Teknologi budidaya sayuran dalam Pot, Polybag dan Verticulture merupakan salahsatu teknologi pertanian perkotaan yang didiseminasikan pada kegiatan Tagrinov BPTP Jakarta.
 
Tujuan utama dari teknologi budidaya sayuran dalam Pot, Polybag dan Verticulture  adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang sempit, sehingga dapat menjadi alternatif  bagi warga perkotaan yang tidak memiliki lahan yang luas untuk bercocok tanam. Beberapa keuntungan  berkebun dengan teknologi tersebut diantaranya dapat menghemat ruang, mudah dalam perawatan (mengontrol hama dan pemberian nutrisi tanaman),  dapat dibudidayakan tidak mengenal musim serta menghasilkan produk segar, berkualitas dan sehat dari rumah sendiri. 
 
Hasil melimpah dari teknologi budidaya sayuran dalam Pot/Polybag dapat dilihat pada unit percontohan tabulampot tomat, bawang dan okra di Tagrinov BPTP Jakarta. Tabulampot tomat dapat dipanen setelah 90 HST, pemanenan bisa dilakukan setiap seminggu sekali, dan berlangsung hingga 2 bulan sejak panen pertamali dan setiap kali panen rata-rata diperoleh  350 gr tomat per pot. 
 
Budidaya okra dalam polibag juga memberikan hasil panen yang menggembirakan. Dengan perawatan    intensif, panen okra dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu, masa berbuah adalah 60-80 hari setelah tanam, dan berlangsung selama 2 hingga 3 bulan sejak panen pertama. Tanaman okra pada unit percontohan tagrinov BPTP Jakarta, setiap kali panen rata-rata menghasilkan 25 gr okra per polibag 
 
Budidaya bawang merah dalam pot pada unit percontohan tagrinov BPTP Jakarta, menghasilkan 800 gram. Dalam satu pot, ditanam 6 siung bibit dan diperoleh 200 gram Per pot