JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- (2/09/2020),  Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhamadiyah Jakarta melaksanakan seminar pemaparan utuk menyampaikan hasil kegiatan setelah satu bulan melakukan PKL di BPTP Jakarta.  Dalam sambutannya, Dyah Pitaloka, Kasie KSPP BPTP Jakarta menyampaikan harapan agar kegiatan PKL yang dilaksanakan di BPTP Jakarta dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam kegiatan budidaya, dan tidak menutup kemungkinan dilanjutkan menjadi bahan penilitian untuk penyusunan skripsi.

Pada PKL kali ini, mahasiswa UMJ yang semuanya ber ”gender” perempuan ini mengambil tema hidroponik. Ayu Mesty mengambil tema “Budidaya tanaman samhong pada penanaman sistem hidroponik NFT”; Dessy Hijriah memilih tema “Pengaruh vermicompos pada pertumbuhan tanaman sawi dengan hidroponik sistem wick”; Kurnia Fitrianisa mempelajari tentang “Efektifitas asam humat sebagai pengkaya nutrisi AB mix pada hidroponik indoor tanaman samhong”; Tia Sapriliani memfokuskan pada “Pengaruh media tanam dan nutrisi pada microgreen pakcoy indoor”;  Maryam Nadya Britany membandingkan “Budidaya tanaman seledri dengan sistem aquaponik dan hidroponik” dan Dea Septi Pratiwi mengamati secara mendalam “Budidaya tanaman sawi dengan metode hidroponik sistem NFT”

Kegiatan PKL mahasiswa di BPTP Jakarta dirancang dengan sistem penelitian sederhana sehingga selain mendapatkan ilmu tentang tehnik budidaya, mahasiswa juga berlatih secara langsung melakukan penelitian.  Dengan demikian diharapkan semakin siap untuk melakukan penelitian untuk skripsi.

Pada seminar ini, pemaparan mahasiswa sangat menarik namun terdapat beberapa aspek yang masih harus diperbaiki agar menjadi lebih mudah dipahami.  Beberapa masukan yang penting adalah tentang tehnik pemaparan, penekanan di pendahuluan agar lebih diperkuat dan mejjelaskan mengapa tema itu penting, faktor yang mejadi perlakuan dipaparkan dengan tajam di pendahulan, pengamatan difokuskan pada parameter yang diutamakan selanjutnya adalah parameter pendukung.  Penyampaian hasil pengamatan disarankan dalam bentuk grafik karena akan lebih mudah dan lebih cepat untuk dipahami.