JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kecundang (Tacca leontopetaloides) tumbuh tersebar di beberapa pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta, diantaranya Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Payung, dan pulau lainnya yang berpenghuni. Kecundang merupakan varietas lokal Kepulauan Seribu yang telah terdaftar dengan tanda daftar Varietas Lokal nomor 439/PVL/2017.  Karakteristik tanaman kecundang adalah sebagai berikut:

Tanaman berupa herba, tipe tumbuh tegak, seperti payung, tinggi tanaman 150 - 176 cm, percabangan cabang tiga (ciri khusus), umur tanaman sedang, tinggi cabang terendah 10 -12 bulan. 

Batang : Bentuk batang silinder dan berongga, panjang batang 70 – 80 cm, diameter/lingkar batang 1,8 – 2,3 cm, warna batang Yellow Green Group N 144 C. 

Daun : panjang daun 80 – 125 cm, lebar daun 65 – 155 cm, rasio panjang/lebar daun 1,13 : 1, bentuk daun berbagi menyirip, keadaan permukaan daun agak kasar tidak mengkilap, bagian bawah daun kasar mengkilap, warna daun yellow green group 147 A, warna tepi daun yellow green group 147 A, tepi daun  bertoreh dalam, ujung daun runcinng.

Bunga : Panjang tangkai bunga 186 – 206 cm, jumlah bunga per tanaman 1 karangan, jumlah bunga dalam satu karangan bunga majemuk 35 – 52, warna mahkota Yellow Green Group 144 A, warna tangkai bunga Yellow Green Group 144 A, diameter tangkai bunga 14,3 – 18,8 mm.

Biji : bentuk biji oval, ukuran biji panjang 5,4 mm, lebar 3,4 mm, warna biji Greyed Orange Group 165 B, permukaan biji bergaris-garis vertikal, jumlah bji per buah tunggal 24 buah.

Umbi : bentuk umbi bulat pipih, berat umbi 150 – 300 g, tinggi umbi 4 – 6 cm, diameter umbi 7 – 9 cm, warna daging umbi muda White Group NN 155 B, warna daging tua/matang White Group NN 155 A, aroma umbi matang beraroma seperti ubi jalar, tekstur permukaan umbi halus berambut jarang, warna kulit umbi muda Greyed White Group 156 D, warna kulit umbi tua/matang  Greyed Orange Group 165 C,  tebal kulit umbi 2,3 mm.

Sifat-sifat Khusus Umbi :  kadar air 50,81 %,  kadar abu 0,25 %, kadar lemak 2,27%, kadar protein 2,24%,  karbohidrat 44,43%,  kadar pati 42,73%, HCN kecundang kulit coklat 27,60 – 33,86 ppm, HCN kecundang kulit putih 13,42 -25,68

Kandungan karbohidrat dalam umbi kecundang yang cukup tinggi dapat menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat di daerah pesisir pantai, seperti di Kepulauan Seribu. Melalui teknologi pengolahan menjadi tepung atau pati maka kecundang dapat menjadi bahan baku untuk berbagai macam produk olahan.  Sebelum mengenal tepung terigu, masyarakat mengolah umbi kecundang sebagai bahan baku pembuatan tepung. Tepung kecundang memiliki tekstur lebih kenyal atau lengket jika dicampur air, rasa lebih gurih dibandingkan dengan tepung sagu, serta jika diolah menjadi kue akan membuat kue lebih mengembang (Anonim, 2012). Pati kecundang mempunyai daya kembang atau swelling power yang tinggi, hal ini dipengaruhi oleh kadar amilosa dan amilopektin.

Kecundang memerlukan perlakuan awal sebelum diolah menjadi bahan makanan maupun bahan baku produk untuk menghilangkan senyawa yang bersifat toksik. Hasil analisa awal kandungan HCN pada umbi kecundang segar menunjukkan kecundang dengan kulit agak coklat mengandung HCN 27,60 - 33,86 ppm; sementara itu Kecundang kulit putih mengandung HCN 13,42 – 25,68 ppm. Kadar HCN pada umbi kecundang tiddak termasuk katagori dosis yang beracun apabila berpatokan pada dosis HCN ubi kayu, yaitu: a) tidak beracun HCN 50 mg/kg umbi segar parut, b) beracun sedikit HCN 50 – 80 mg/kg, c) beracun HCN 80 – 100 mg/kg, d) sangat beracun > 100 mg/kg. Dosis HCN pada golongan beracun mematikan saat dikonsumsi, yaitu 0,5 – 3,5 mg HCN/kg berat badan