JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- (24/08/2020),  Kelinci merupakan ternak yang potensial untuk dibudidayakan di Jakarta maupun di wilayah perkotaan lainnya.  Namun selain potensi, budidaya kelinci juga memiliki tantangan dalam pengembangannya.  Untuk itu BPTP Jakarta melaksanakan seminar online dengan tema “Kelinci sebagai Alternatif Sumber Protein Hewani Unggulan di Perkotaan”.  Seminar ini mengupas tentang Teknik Budidaya Kelinci yang disampaikan secara gamblang oleh Ir. Syamsu Bahar, M.Si; dilanjutkan dengan penggalian secara mendalam tentang Potensi Limbah Kelinci di Perkotaan oleh Ikrarwati SP., M.Si; serta Peluang Diversifikasi Teknologi Pengolahan Daging dan Kulit Kelinci yang disampaikan dengan sangat menarik oleh Muflihani Yanis, SPt., M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. Arivin Rivaie, M.Sc menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk dapat meningkatkan motivasi peternak binaan dan masyarakat umum untuk meningkatkan peluang usaha, diversifikasi sumber protein yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani budidaya kelinci baru.

Ir. Syamsu Bahar, M.Si memaparkan tentang teknik budidaya kelinci dari mulai bibit, kelinci dewasa kelamin sejak berumur 4,5-5,5 bula. Pakan yang dapat diberikan berupa pakan hijauan (rumput odot, limbah sayuran, hijauan lain seperti katuk, indigofera, daun ubi jalar) dan pakan pabrik (pellet). Memaparkan pembuatan pakan sendiri, bahan yang bisa dijadikan sebagai pakan. Perkandangan, bentuk syarat dan sanitasi kandang. Penanganan kesehatan, dengan suntikan berkala menggunakan ivomec.

Sementara itu, Ikrarwati Sp., MSi memaparkan kandungan hara urin kelinci dan feses kelinci yang nilainya lebih tinggi dibanding ternak lain terutama pada unsure N dan P. Prosesing urin kelinci dapat dilakukan dengan cara fermentasi menggunakan mikroba dan molase ataupun hanya didiamkan saja sehingga terjadi fermentasi alami tanpa percepatan. Sementara itu fermentasi feses kelinci dapat dilakukan untuk memperkaya kandungan hara ataupun. Feses kelinci, dapat diaplikasikan dengan teknik tebar langsung, ditutup dengan tanah. Keunggulan feses kelinci adalah bersifat slow release.

Selanjutnta, Muflihani Yanis, S.Pt, M.Si menyampaikan tentang kehalalan mengkonsumsi daging kelinci. Keunggulan daging kelinci dibandingkan dengan ternak lainnya. Potensi kelinci terdiri dari : daging, kulit dan bulu. Daging kelinci memiliki kadar protein yang lebih tingi dibanidngkan dengan ayam, sapi, domba, kalkun, babi. Jenis2 olahan kulit kelinci : kerupuk (rambak), dompet, hiasan dll. Proses pengolahan kulit kelinci. Membuat olahan daging kelinci diperlukan bahan pengisi dan bahan pengikat. Contoh olahan daging adalah nuget, sosis, bakso.

Ternak kelinci merupakan salah satu program dalam Desain Besar Pertanian Perkotaan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018 – 2030 yang telah dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta.

Semoga bermanfaat!