JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Rabu (24/06/2020), Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Dr. Ir. M. Taufiq Ratule, M.Si bersama Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc dan Tim, meninjau lokasi KRPL Kelompok Tani Mangga Bolong. Kelompok Tani Mangga Bolong ini berlokasi di kawasan wisata Setu Mangga Bolong, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa,  Jakarta Selatan, yang umumnya ramai dikunjungi saat akhir pekan, baik oleh warga Jakarta maupun sekitarnya. Revitalisasi Kelompok Tani Mangga Bolong dapat menjadi titik ungkit akselerasi teknologi pertanian perkotaan yang menjadi icon BPTP Balitbangtan Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang memiliki tugas melakukan penciptaan inovasi teknologi pertanian untuk memberikan kontribusi pada akselerasi pembangunan pertanian, pada tahun 2011 menginisiasi Program Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari yang populer disebut KRPL. Inisiasi KRPL ditujukan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, konservasi tanaman pangan untuk masa depan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

Pengembangan KRPL ini diimplementasikan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan sumberdaya ruang terbuka yang dapat digunakan memelihara tanaman, ternak maupun ikan baik di perkotaan, perdesaan maupun peri urban. Pada perkembangan berikutnya, dilakukan juga introduksi Taman Agro Inovasi (Tagrinov) dan Taman Agro Inovasi Mart (Tagrimart). Implementasi program tersebut diawali di lingkungan kantor Balai Besar Pengkajian Teknologi Pertanian (BBP2TP) untuk selanjutnya diimplementasikan tersebar di wilayah kerja Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) seluruh Indonesia, dibawah koordinasi BBP2TP.

Kabar baiknya, kegiatan tersebut secara nasional dinilai berhasil, dan direplikasi lebih luas pelaksanaannya oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian. Bahkan BKP menjadikan pola KRPL tersebut sebagai inspirasi kegiatan Obor Pangan Lestari (OPAL). Dalam upaya memperluas penerima manfaat dan pemanfaatan lahan, pada tahun 2020 kegiatan KRPL berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari atau disingkat P2L. Kegiatan P2L dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan/ atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.