JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta --   Dimasa pandemic Covid-19 saat ini, Kementerian Pertanian/Kementan sangat  berperan terhadap penyediaan  pangan, menyiapkan strategi dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, meningkatkan produksi pangan dan menjaga agar petani tetap berproduksi. Selain itu, salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementan adalah untuk mewujudkan kemandirian pangan, dengan  optimalisasi  pemanfaatan lahan dan pekarangan melalui  kegiatan pertanian keluarga melalui KRPL yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Menurut FAO,  ancaman  krisis pangan dapat diantisipasi,  jika setiap rumah tangga mampu memproduksi bahan pangan dari lahan dan pekarangan sendiri. Hal ini  sesuai dengan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mempertahankan dan mengembangkan sektor pertanian dengan berbagai kegiatan yang produktif, yaitu dengan melakukan inovasi  teknologi  yang sederhana dan mudah untuk diterapkan oleh masyarakat, sebagai kegiatan harian di rumah.

BPTP Jakarta, sesuai dengan tupoksi, terus berusaha melakukan kajian budidaya spesifik lokasi diperkotaan, antara lain budidaya salah satunya  adalah system aquaponik,  yang cocok  dikembangkan di DKI  Jakarta.  Dengan system aquaponik, mendapatkan 2 keuntungan, yaitu kecukupan gizi yang diperoleh dari  sayuran maupun dari  ikan.  Beberapa Kelebihan system auaponik adalah  tidak membutuhkan lahan yang luas, bebas residu pestisida dan bahan kimia, pemanfatan lahan lebih efisien, kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi, tidak perlu menambahkan pupuk kimia/NPK, mengurangi ketergantungan terhadap AB Mix, pengendalian OPT lebih mudah, ramah lingkungan dan  bersih. Selain itu  dengan system aquaponik, dapat dilakukan sebagai alternative budidaya tanaman pada saat musim penghujan, karena tanaman yang dihasilkan lebih adaptasi jika dibandingkan dengan budidaya konvensional/menggunakan media tanah, yang akan habis dan mati  jika  ditanam saat musim penghujan, sebagai alternative budidaya saat harga bawang merah dan cabe meningkat  sampai 30 - 50 %.

BPTP Jakarta, pada bulan Mei 2020, melakukan panen bawang merah yang dihasilkan dari hasil panen dengan aquaponik sistim DFT. Informasi dari hasil pengkajian yang dihasilkan, ternyata tanaman kangkung maupun tanaman sayuran buah (cabai dan bawang merah) menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang lebih optimal, jika dibandingkan untuk pertumbuhan tanaman sawi dan pakcoy. Hal ini kemungkinan disebabkan, pada system aquaponik kandungan unsur hara dari feses ikan, menghasilkan N cukup rendah, sementara kandungan nutrisi P dan K yang dihasilkan cukup tinggi, sehingga berpengaruh  terhadap  kandungan nutrisi dari  feses ikan yang dihasilkan. Sistem budidaya aquaponik yang dilakukan dengan memelihara ikan nila  1 kg/box (100 ltr air) sebanyak 6 perangkat dan diberikan penambahan probiotik pada pakan/pelet ikan.

Dengan aquaponik ini, tidak  hanya  menambah  dan memberikan nilai  ekonomi yang lebih tinggi, selain menanam dan memanen, juga mempunyai nilai estetika yang cukup “mengasikkan” untuk dinikmati.  Diharapkan dengan ide dasar ini, akan muncul ide-ide kreatif untuk membudidayakan jenis sayuran maupun jenis yang lain dan dapat  dilakukan oleh kelompok tani maupun oleh ibu - ibu dalam kegiatan harian dirumah yang mempunyai lahan/pekarangan yang terbatas. Kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan sendiri, untuk keberlanjutan tentunya memerlukan dukungan dari pejabat dan instansi yang berwenang.  Karena dengan sistem aquaponik ini ternyata mudah untuk dilakukan dan memberikan keuntungan, selain itu perangkat ini tentunya dapat dimodifikasi dengan menggunakan perangkat yang ada disekitar kita, sehingga lebih murah dan terjangkau.    

Semoga menginspirasi dan selamat mencoba.