JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta - Meskipun dalam kondisi keterbatasan akibat masih adanya wabah covdi-19, Kelompok Tani Indah masih berhasil membudidayakan Inpari-39 di lahan yang tersisa sekitar 1 ha, dan berhasil panen di awal bulan ini (Juni 2020).

Lahan sawah yang pada awal tahun ini masih seluas kurang lebih 7-9 ha itu, akhirnya hanya tersisa tidak lebih dari 2 ha, sedangkan 1 ha di antaranya dapat digunakan untuk melakukan pengenalan VUB yang konon tidak kalah dari Inpari-32. Meskipun belum dapat dipastikan berapa banyak panen Inpari-39 yang dihasilkan, namun petani kooperator dapat memastikan setidaknya hasil yang diperoleh akan lebih tinggi disbanding hasil padi di musim tanam yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu yang rata-rata tidak lebih dari 5 ton/ha.


VUB Inpari-39 ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi petani yang masih ingin berbudidaya padi di DKI Jakarta. Kelompok Tani Indah yang diketuai oleh Bpk. Hariri ini rencananya akan menanam padi gogo Inpago-8 ataupun kedelai Anjasmoro pada MT berikutnya, mengingat MT berikutnya sudah mulai masuk pada fase musim kemarau. Hal tersebut guna mengantisipasi keterbatasan air yang ada dengan tetap dapat memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam.

Dengan demikian indeks penanaman lahan akan meningkat, yang tertunya diharapkan dapat pula meningkatkan pendapatan petani. Tidak ada kata patah semangat bertanam bagi para petani. Tetap berjuang, bersyukur, dan bahagia di saat pandemi covid-19 masih berlangsung.

Salam juang petani Indonesia…!!!