JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta mengintroduksikan varietas unggul padi yang adaptif di lahan kering, inpago 12 Agritan. Introduksi Inpago 12 Agritan dilaksanakan di Kelompok Tani Komando Pemuda Tani Indonesia Garda Bintang Timur, Kalijodo, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, bersama Kepala BPTP Jakarta pada minggu ke 3 Juni 2021. Dukungan Kepala BPTP Jakarta agar Petani tidak menyerah karena lahan yang terbatas dan tetap optimis bahwa padi yang ditanam akan berproduksi sesuai dengan yang diharapkan, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Ibukota.
 
Keunggulan dari varietas Inpago 12 Agritan adalah potensi hasilnya yang dapat mencapai 10,2 ton/ha. Rata-rata hasil gabah kering giling yang diperoleh dari uji adaptasi sebesar 6,7 ton/ha.  Keunggulan lain dari varietas ini toleran terhadap keracunan aluminium hingga 40 ppm Al3+, sehingga cocok ditanam di lahan kering masam. Varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas yang merupakan penyakit utama pertanaman padi di lahan kering. Inpago 12 Agritan memiliki kadar amilosa 22,8 persen dengan tekstur nasi agak pulen. Teknik penanaman yang dianjurkan untuk varietas ini menggunakan cara penebaran benih langsung (Tabela) dengan sistem tugal dengan kebutuhan benih 40 kg/ha. 
 
Varietas baru ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi petani dan penggiat urban farming di perkotaan yang tidak memiliki lahan sawah dan menjadi pilihan sarana edukasi masyarakat.
Jakarta --  Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Dr. Ir. Nurhayati, M.Si., memimpin langsung penandatanganan Komitmen Bersama Keterbukaan Informasi Publik pada Senin, 28 Juni 2021. 
 
Berdasarkan amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, BPTP Jakarta berkomitmen bersama untuk mendukung penuh pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik melalui penyediaan anggaran, sarana dan prasarana pendukung, SDM yang kompeten, serta pengelolaan dan pelayanan informasi publik yang cepat, mudah, dan transparan.
 
Penandatanganan Komitmen Informasi Publik dihadiri oleh Kepala BPTP Jakarta, Sub Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian, Kasubbag Tata Usaha, Koordinator Program, Koordinator Fungsional, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pengadaan Barang dan jasa, Bendahara dan tim PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi).
 
Melalui komitmen bersama ini, diharapkan pelayanan publik yang ada di lingkup Balitbangtan BPTP Jakarta dapat berjalan sesuai amanat UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
 
Jakarta -- Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan masyarakat di wilayah DKI Jakarta terhadap inovasi teknologi pertanian perkotaan, maka BPTP Jakarta pada tahun 2021 ini melakukan kegiatan yang berjudul Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Perkotaan Mendukung Urban Farming Berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini diinisiasi dengan melakukan konsultasi dan koordinasi ke UK/UPT terkait untuk menjaring saran serta bantuan guna memperlancar terlaksananya kegiatan ini. Kali ini BPTP Jakarta melakukan konsultasi ke Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Balitbu Tropika, Subang Jawa Barat pada Selasa, 8 Juni 2021, untuk mengidentifikasi teknologi yang dapat diimplementasikan di lokasi kegiatan Urban Farming berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta. 
 
Beberapa poin krusial yang didiskusikan yaitu jenis-jenis varietas tanaman buah yang dapat ditanam di lokasi kegiatan, perlakuan terhadap tanaman buah, serta karakteristik lahan dan iklim dari lokasi kegiatan. Dari hasil diskusi yang dilakukan diketahui beberapa hal penting  yang perlu diperhatikan dalam perlakuan tanaman buah, antara lain menyediakan lubang tanam dengan luas 50x50 cm, serta aplikasi pupuk kandang atau kompos yang didiamkan kurang lebih selama satu minggu untuk memastikan tanaman tidak mati karena panas dari proses fermentasi pupuk. 
 
Sesuai dengan salah satu misi dari IP2TP Balitbu Tropika yaitu Menghasilkan, mengembangkan dan mendiseminasikan inovasi teknologi, sistem dan model serta rekomendasi kebijakan di bidang penelitian tanaman buah tropika yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal guna mendukung terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan, IP2TP pun berkomitmen untuk mendukung kesuksesan kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Perkotaan Mendukung Urban Farming Berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta.

Kamis (17 Juni 2021),  telah dilaksanakan kegiatan pencegahan serangan hama tikus pada pertanaman padi sawah di Kelompok Tani Jawa Indah, Semanan, Jakarta Barat. Teknik pengendalian hama yang digunakan adalah Trap Barrier System. Trap Barrier System merupakan teknik pengendalian tikus sawah yang mampu menangkap tikus sawah dalam jumlah banyak dan terus menerus sejak tanam hingga panen. Selain plastik pelindung, aplikasi teknik ini juga menggunakan bubu perangkap tikus. Bubu perangkap dipasang di setiap sisi pagar dengan jarak 20 meter antar perangkap. Teknik ini terdiri dari beberapa jenis antara lain, TBS tanam awal (early trap crop), TBS Persemaian (nursery trap crop), TBS tanam akhir (late trap crop), TBS perlindungan penuh (full protection).

Dengan memberikan perlindungan tanaman dan melakukan tindakan pencegahan hama penyakit, diharapakan dapat mengoptimalkan produktivitas padi sawah di lahan perkotaan yang terbatas.

Jakarta -- Bawang merah kini tak lagi identik dengan Brebes, karena di Jakarta pun telah ada hamparan tanaman bawang merah. Salah satu hamparan bawang merah seluas kurang lebih 1 ha, berada di Lanud Halim Perdana Kusuma. Dan pagi ini, Rabu (09/06/2021), pemandangan Lanud Halim Perdana Kusuma tidak hanya didominasi oleh pesawat udara ataupun helikopter, akan tetapi lebih berwarna dengan adanya umbi-umbi bawang merah menyembul dari tanah yang siap untuk dipanen. 
 
Panen kali ini merupakan buah kolaborasi kegiatan urban farming antara Kementan dan Pemda DKI Jakarta. Peran BPTP Jakarta dalam kegiatan ini sebagai pendamping teknologi budidaya bawang merah di lahan kering. Berdasarkan hasil ubinan, tercatat hasil panen bawang merah Super Philips mencapai 17,5 ton umbi basah per hektar. 
 
Dalam sambutannya, Komandan Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Marsekal Bambang Gunarto, ST, MM, M.Sc, menyampaikan bahwa TNI AU selalu siap berkontribusi untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Kawasan Lanud Halim Perdana Kusuma masih mempunyai lahan tidur tidak produktif yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. 
 
Kegiatan panen bawang merah kali ini dihadiri oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ir. Tommy Nugraha, MM. yang mengapresiasi dan mendukung kegiatan pertanian yang dikembangkan di kawasan Lanud Halim Perdana Kusuma. Hadir pula Kepala Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Provinsi DKI Jakarta, Kasudin KPKP Jakarta Timur, serta Kepala BPTP Jakarta yang diwakili oleh Kasie KSPP. Tanaman bawang merah cocok dikembangkan di dataran rendah seperti Jakarta ini. Yuk, kita coba sendiri tanam bawang merah di rumah...