Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
M-KRPL
banner4
Banner5
eproduk
banner2
Sinar Tani


Waspadai Kandungan Arsenik pada Beras Impor dan Bahayanya PDF Cetak E-mail
Oleh Waryat   
Selasa, 28 Oktober 2014 00:00

Arsen merupakan golongan logam berbentuk serbuk atau pelet, berwarna abu-abu metalik, tidak berbau, berat molekul: 74,92 g/mol; titik didih: tidak tersedia; titik lebur: 817°C; titik sublimasi: 615ºC. Kerapatan= 5,7 g/cm3. Tidak larut dalam air. Rumus molekul: As. Pada metalurgi sebagai bahan pengeras tembaga, timbal, atau senyawa bukan besi lainnya; sebagai body solder pada bidang otomotif. Pada bahan semikonduktor. Pada proses pembuatan gelas jenis low-melting. Pada bahan pengawet kayu, herbisida dan pestisida.

Arsen memiliki karakteristik sebagai senyawa labil dalam bentuk oksida dan tingkat toksisitasnya sangat tergantung pada bentuk struktur kimianya. Arsen merupakan komponen logam yang dapat ditemukan dalam bentuk organik maupun anorganik. Arsen anorganik seperti arsen pentaoksida memiliki sifat mudah larut dalam air, sedangkan arsen trioksida sukar larut di dalam air, tapi gampang larut di dalam lemak. Organ tubuh manusia yang menjadi sasaran apabila arsen masuk adalah  ginjal, paru-paru, sistem saraf pusat, dan membran mukosa.

Dugaan adanya cemaran arsenik pada beras, dimulai adanya laporan penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciencesof the United States of America (PNAS) edisi 25 Januari 2011 dengan judul artikel Arsenic pollution of groundwater in Vietnam exacerbated by deep aquifer exploitation for more than a century. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa di Delta Sungai Merah (Red River Delta) ditemukan jumlah cemaran logam-logam toksik dalam jumlah yang mengkhawatirkan seperti mangan, selenium dan arsenik.

Kandungan arsenik ditemukan pada lokasi ini dapat dikhawatirkan dapat mencemari daerah pertanian yang terdapat di bagian Utara Vietnam. Seperti diketahui bahwa Delta Sungai Merah adalah dataran yang terbentuk oleh Sungai Merah di bagian Utara Vietnam. Daerah ini memiliki tingkat kepadatan jumlah penduduk yang tinggi dan sebagian besar lahan dikhususkan untuk budidaya padi.

Meskipun sumber irigasi pertanian di Vietnam berasal dari air sungai, tidak dapat dipungkiri kemungkinan adanya cemaran air tanah pada air sungai yang digunakan untuk pengairan lahan pertanian di bagian utara Vietnam. Adanya oksidasi sedimen Pleistocene dapat meningkatkan jumlah arsenik pada air tanah sehingga diduga menjadi sumber cemaran yang dapat mencemari air sungai untuk irigasi budidaya padi. Kontaminasi bahan pangan dapat terjadi dimulai saat penanaman/budidaya, produksi, distribusi/transportasi, retail, dan pengemasan sampai dengan penyajian dan konsumsi. Seiring dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran akan kesehatan terhadap pangan yang dikonsumsi, mengkonsumsi pangan yang aman merupakan hal yang harus dperhatikan oleh produsen dan konsumen.

Berdasarkan UU Pangan No. 7 tahun 1996, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Dengan demikian dapat disebutkan bahwa pangan yang aman adalah pangan yang tidak mengandung cemaran biologi atau mikrobiologi, cemaran kimia dan cemaran fisik.

Arsenik memiliki karakteristik sebagai senyawa labil dalam bentuk oksida dan tingkat toksisitasnya sangat tergantung pada bentuk struktur kimianya. Arsenik merupakan komponen metal yang dapat ditemukan dalam bentuk organik maupun anorganik. Arsen anorganik seperti arsen pentaoksida memiliki sifat mudah larut dalam air, sedangkan arsen trioksida sukar larut di dalam air, tapi gampang larut di dalam lemak. Cemaran arsenik dari produk pangan diduga lebih berbahaya bila dibandingkan dari cemaran yang berasal dari lingkungan (bukan dari produk pangan). Laporan EFSA menyebutkan bahwa arsenik dalam bentuk anorganik lebih berbahaya dibandingkan arsenik organik. Penyerapannya melalui saluran pencernaan dipengaruhi oleh tingkat kelarutan dalam air, sehingga arsen pentaoksida lebih mudah diserap dibanding arsen trioksida

 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com