Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
M-KRPL
banner4
Banner5
eproduk
banner2
Sinar Tani
Model Pengembangan PRIMATANI pada Lahan Sawah di DKI Jakarta Tahun 2006 PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 08 November 2011 18:07
Pengembangan agroekosistem sawah khususnya dalam peningkatan usahatani komoditas padi menjadi komitmen dari Pemda Propinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta. Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah peningkatan produktivitas usahatani padi sawah dengan menerapkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang. BPTP sebagai salah satu UPT Badan litbang yang melaksanakan mandat untuk menyebarluaskan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang mendukung sepenuhnya program tersebut melalui Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (PRIMA TANI) pada ekosistem lahan sawah di Jakarta.

Pengembangan agroekosistem sawah khususnya dalam peningkatan usahatani komoditas padi menjadi komitmen dari Pemda Propinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta. Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah peningkatan produktivitas usahatani padi sawah dengan menerapkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang. BPTP sebagai salah satu UPT Badan litbang yang melaksanakan mandat untuk menyebarluaskan inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang mendukung sepenuhnya program tersebut melalui Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (PRIMA TANI) pada ekosistem lahan sawah di Jakarta.

PRIMA TANI ditujukan untuk menciptakan Laboratorium Agribisnis pada wilayah yang menjadi sasaran, sehingga terciptanya kegiatan Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) yang kondusif, ditinjau dari pengembangan yang berwawasan Agribisnis, Komoditas, Pengembangan Wilayah sampai kepada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat pedesaan pada umumnya.

Pencapaian tujuan PRIMA TANI dirumuskan secara bersama-sama dan partisipatif dengan stakeholder yang akan terlibat di dalamnya, termasuk Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta, Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Wilkodya Jakarta Utara, Camat, Lurah, Pamong, dll dan tidak lupa petani itu sendiri yang akan terlibat langsung dalam melaksakan kegiatan-kegiatannya. Oleh karena itu, pelaksanaan program PRIMA TANI di Jakarta dilakukan secara bertahap dan terencana sampai dengan tahun 2009. Pentahapan kegiatan dirumuskan secara bersama dan masing-masing instansi yang mempunyai kontribusi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Untuk mengawali kegiatan PRIMA TANI, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan SK tentang Pembentukan Tim Kerja PRIMA TANI tingkat Provinsi DKI Jakarta dan Tingkat Wilayah Kotamadya Nomor 38/2005. Berdasarkan SK tersebut, Tim Kerja PRIMA TANI memulai kegiatan dengan tujuan melaksanakan kegiatan: (i). Melakukan rapat-rapat persiapan dan coaching tim kerja PRIMA TANI, (ii). Menginventarisasi Lokasi-lokasi yang akan dijadikan sasaran pelaksanaan kegiatan PRIMA TANI, (iii) Menginventarisasi masalah-masalah lapangan aktual yang menghambat dalam peningkatan produksi pertanian baik ditinjau dari segi teknis, sosial maupun lingkungan, (iv) Menginventarisir berbagai dukungan kelembagaan yang dapat dimanfaatkan agar masalah-masalah teknis, dan non teknis dapat terpecahkan, (v) Mengadakan konsultasi serta advokasi kepada instansi terkait yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani dilapangan, (vi) melakukan inventarisasi awal petani-petani yang akan terlibat sebagai kooperator dalam pelaksanaan PRIMA TANI nanti, dan (vi) Melakukan perencanaan tahap awal untuk kegiatan PRIMA TANI tahun berikutnya.

Lokasi prioritas utama yang akan dijadikan lahan percontohan PRIMA TANI adalah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Beberapa alasan yang mendasari dipilihnya lokasi tersebut antara lain: (i) Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing akan dijadikan lokasi percontohan pengelolaan pertanian perkotaan pada ekosistem sawah dengan tingkat produktifitas lahan yang paling optimal, (ii) Potensi lahan sawah di Kelurahan Rorotan yang ada masih cukup tinggi (67%) apalagi Jakarta Utara merupakan wilayah kotamadya yang masih mempunyai lahan sawahnya (59,47%) jika dibandingkan dengan wilayah kotamadya lainnya.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah (i) aksesibilitas desa cukup mudah, (ii) terdapat peluang yang cukup tinggi untuk pengembangan model AIP terpadu padi sawah, dan model integrasi antara padi – tiktok – ikan – azola, (iii) terdapat peluang pengembangan inovasi teknologi dan kelembagaan, (iv) respon masyarakat dan petani terhadap inovasi teknologi tinggi, (v) adanya peluang diversifikasi dan pengembangan usaha cukup luas, (vi) adanya komitmen yang tinggi dari Pemerintah Daerah untuk mengembangkan daerah tersebut.

Kelompok yang mengikuti Program PRIMA TANI ini berjumlah 6, yaitu: (i) Bangkit Jaya (Rw 08), (ii) Karang Tengah Jaya (Rw 08), (iii) Teguh Karya (Rw 06), (iv) Makmur Jaya (Rw 05), (v) Subur Abadi (Rw 07), (vi) Mekar Jaya (Rw 07). Keberadaan kelompok tani ini dinilai sampai sekarang masih aktif melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Rataan jumlah anggota kelompok tani berkisar 20 – 30 orang per kelompok. Rataan Kepemilihan tanah antara 6.000 s/d 2 Ha. Jadi seluruh petani yang menjadi kooperator sekaligus menjadi Lab Agribisnis dalam PRIMA TANI mencakup luasan areal seluas 80 Ha lebih. Dalam berbagai pertemuan dengan petani kooperator telah disepakati bahwa: (i) diharapkan jadual tanam serempak yang akan dilaksanakan pada awal – pertengah Bulan Juli, (ii) diharapkan pengaturan dalam menggunakan traktor secara bergantian, sehingga seluruh areal dapat ditanam serempak, (iii) diharapkan pengaturan jadual air dikoordinasikan dengan pihak Suku Dinas Tata Air.

Tim Kerja PRIMA TANI telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pengairan dan Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara dan Timur. Telah disepakati bersama bahwa pada Bulan Juli akan dilakukan penyempurnaan saluran dan perbaikan saluran baik saluran sekunder, tersier maupun kuarter. Telah disepakati bahwa untuk penyempurnaan saluran sekunder dibebankan kepada Dinas Pengairan dan Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara dan Timur, sedangkan Jaringan Tersirer dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan, dan saluran kuarter dilakukan oleh swadaya masyarakat petani dimana saluran tersebut berada.

Dari kegiatan PRIMA TANI yang dilakukan pada tahun 2006 di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara dapat disimpulkan bahwa ada beberapa indikator keberhasilan yang dapat diperoleh antara lain: Inovasi Teknologi yang diadopsi, Kelembagaan agribisnis yang diadopsi, Peningkatan Pendapatan, Respon petani dan respon Pemda DKI Jakarta.
Inovasi Teknologi yang diadopsi. Inovasi teknologi yang mulai diadopsi adalah teknologi padi sawah dengan menggunakan pendekatan PTT Padi Sawah. Komponen teknologi yang mulai diadopsi oleh para petani pada laboratorium agribisnis adalah i) penggunaan benih unggul tipe baru (VUTB) Ciherang dan Meikongga, ii). penggunaan pupuk kandang (bahan organik), iii) Melakukan PHT yang tepat. Inovasi teknologi yang masih akan dilakukan penerapannya adalah: i) Penggunaan bibit muda per rumpun, ii) Jarak tanam dengan system legowo, iii) pengairan berselang, iv) penggunaan pupuk secara efektif dengan menggunakan BWD, v) melakukan penyiangan dengan landak/gosrok, vi) penangan panen dan pasca panen. Inovasi teknologi lain yang telah mulai diadopsi adalah teknologi integrasi tiktok, padi, ikan dan azola.

Kelembagaan agribisnis yang diadopsi. Kelembagaan yang mulai dibangun kembali adalah i) kelembagaan penyuluhan dan klinik agribisnis, ii) kelembagaan pengairan yang ada di sekitar wilayah lab agribisnis, iii) kelembagaan penyediaan sarana produksi. Peningkatan pendapatan. Peningkatan pendapatan diperoleh dari peningkatan produksi padi dari 4,2 ton per ha menjadi 6,4 ton per ha gabah kering panen. Selain dari itu tambahan pendapatan yang berasal dari penjualan tiktok pada waktu umur padi 2 bulan.

Respon Petani. Pada waktu awal diperkenalkannya penggunaan VUTB kepada petani, petani masih menggunakan benih padi yang lama, sehingga tingkat produksinya tidak dapat ditingkatkan secara signifikan. Setelah mereka merasakan hasil peningkatan produksi dari penggunaan benih VUTB maka respon petani positif terhadap inovasi teknologi. Selanjutnya dari sisi penyuluhan pertanian, petani merasa bergairah untuk melaksanakan kegiatan usahatani mereka, karena inovasi teknologi yang dilakukan oleh petani mendapat kawalan penuh dari penyuluh dan peneliti.

Respon Pemda. Pada awal kegiatan Prima Tani, Pemda telah mendukung kegiatan ini terutama dalam penyediaan sarana produksi, seperti benih VUTB, bahan organik seperti pupuk kandang, dll. Dana yang dikeluarkan Pemda DKI Jakarta khususnya Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp. 300 juta rupiah. Dari sisi perbaikan dan penyempurnaan sarana pengairan Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas Pengairan dan Tata Air menginvestasikan Dananya 1,2M. Mengingat Kelurahan Rorotan yang menjadi lokasi Lab Agribisnis akan dijadikan lahan abadi pertanian perkotaan oleh Pemda DKI Jakarta, maka untuk tahun 2007 Dinas Pertanian, Kehutanan DKI Jakarta akan dibebaskan lahan seluas 10 Ha. Untuk meningkatkan harga jual padi yang dihasilkan petani, telah disepakati bersama antara Balai Pengujian dan Sertifikasi Hasil Pertanian dan Hasil Hutan serta dengan Perum Syang Hyang Sri, BPTP dan Petani sendiri bahwa padi yang akan diproduksi berupa benih padi. Untuk menjamin ketersediaan bibit tiktok Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara bersedia untuk membantu dalam penyediaan bibit tiktok yang dibutuhkan oleh petani.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com