Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
eproduk
banner2
Sinar Tani
M-KRPL
banner4
Banner5
Pupuk dan Pemupukan Tanaman Belimbing (2008) PDF Cetak E-mail
Oleh Yudi, dkk   
Rabu, 14 Juli 2010 00:00

PENDAHULUAN

Belimbing merupakan salah satu tanaman buah eksotis yang cukup banyak digemari berbagai lapisan masyarakat. Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai penghasil buah segar, bahan buah olahan, dan juga obat tadisional. Manfaat lainnya adalah sebagai stabilisator dan pemeliharaan lingkungan yang dapat menyerap gas-gas beracun buangan kendaraan bermotor, menyaring debu, meredam getaran suara, dan memelihara lingkungan dari pencemaran karena berbagai kegiatan manusia.

Menurut sejarah, tanaman belimbing berasal dari kawasan Malaysia, kemudian menyebar luas ke berbagai negara yang beriklim tropis lainnya di dunia, termasuk Indonesia. Pada umumnya belimbing ditanam dalam bentuk kultur pekarangan, sebagai usaha sambilan atau tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Salah satu tantangan dalam budidaya belimbing adalah tingginya tingkat kerontokan bunga dan buah. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan petani dalam tata laksana budidaya, khususnya dalam hal pelaksanaan pemupukan. Pemupukan umumnya dilakukan secara serampangan dan hanya bertumpu pada penggunaan pupuk kimia. Akibatnya kondisi kesehatan dan keseimbangan hara tanah serta aktivitas biologi tanah menjadi terganggu. Dalam jangka panjang tanah semakin tidak subur dan produksi tanaman semakin berkurang. Oleh sebab itu, informasi mengenai pupuk dan pemupukan pada tanaman belimbing, mulai dari teknologi pembuatan pupuk hingga cara aplikasinya, masih sangat diperlukan.

PENGERTIAN PUPUK
Secara harfia pupuk diartikan sebagai bahan yang diberikan melalui tanah atau permukaan batang atau daun tanaman yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Menurut bahan dan proses pembuatannya, pupuk digolongkan sebagai pupuk organik dan anorganik. Menurut cara aplikasinya digolongkan sebagai pupuk yang diberikan langsung dalam tanah dan diserap oleh akar tanaman atau melalui daun yang disebut dengan pupuk daun. Menurut kandungan haranya, pupuk digolongkan sebagai pupuk tunggal dan pupuk majemuk, sedangkan menurut jenis haranya, pupuk dapat juga digolongkan sebagai pupuk makro (macro nutrient) yang mengandung unsur, N, P, K, Ca, Mg, dan S; dan pupuk mikro (micro nutrient) yang mengandung unsur B, Fe, Zn, Mn, Cl, Mo, dan lain-lain.

A. Pupuk Organik
Pupuk organik adalah jenis pupuk yang berasal dari hasil dekomposisi bahan yang berasal dari mahluk hidup seperti tumbuhan dan hewan.

B. Pupuk Anorganik
Pupuk anorganik atau diartikan juga sebagai pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat melalui proses kimia.

C. Pupuk Daun
Pupuk daun adalah pupuk yang diaplikasikan melalui daun atau batang tanaman.

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

A. Pupuk Organik Padat
1. Kompos
2. Vermicompost

B. Pupuk Organik Cair
1. Metode Kantong Teh
2. Metode Aktif

CARA PEMUPUKAN TANAMAN
A. Pupuk Organik
B. Pupuk Anorganik
C. Pupuk Daun

 

Brosur isi lengkap silahkan kirim pesan melalui  email

Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya / Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com