Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Sinar Tani
M-KRPL
banner4
Banner5
eproduk
banner2
Pemanfaatan Limbah Pasar sebagai Pakan Ruminansia Sapi dan Kambing di DKI Jakarta (2009) PDF Cetak E-mail
Oleh Neng Risris Sudolar   
Selasa, 20 Juli 2010 00:00

PENDAHULUAN

DKI Jakarta merupakan wilayah terpadat penduduknya di Indonesia dengan kepadatan penduduk mencapai 13,7 ribu/km2 pada tahun 2007, sehingga menjadikan provinsi ini sebagai pasar yang potensial bagi berbagai produk pertanian maupun produk peternakan. Setiap hari penerimaan sayuran di DKI Jakarta dari berbagai daerah melalui Pasar Induk Kramat Jati mencapai ratusan ton dan menghasilkan limbah organik yang banyak. Dilain pihak, kebutuhan daging mencapai 300 ton per hari dan meningkat hingga 500 ton menjelang hari raya Idul Fitri. Kebutuhan sapi potong pada Hari Raya Idul Adha tahun 2008 mencapai 12.000 ekor dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian, para peternak di DKI Jakarta berpeluang menekuni usaha penggemukan sapi potong maupun kambing, baik untuk memenuhi kebutuhan sapi potong harian maupun untuk keperluan hewan Qurban DKI Jakarta.

Ternak ruminansia sapi, kambing dan domba yang dipelihara di wilayah DKI Jakarta masih cukup banyak meskipun lahan untuk pemeliharaan semakin menyempit. Pada tahun 2007, peternakan sapi perah di DKI Jakarta menempati lahan usaha seluas 5,90 ha dengan jumlah ternak mencapai 3.685 ekor. Sedangkan jumlah ternak kambing dan domba masing-masing sebanyak 7.784 ekor dan 1.846 ekor. Permasalahan spesifik DKI Jakarta dalam pengembangan usahatani ternak terutama ruminansia adalah ketersediaan hijauan pakan ternak karena faktor keterbatasan lahan, sementara limbah organik pasar sanagt melimpah dan mulai menjadi masalah. Untuk itu diperlukan suatu inovasi untuk menghasilkan bahan pakan ternak dari bahanbahan yang tersedia di wilayah DKI Jakarta terutama bahan-bahan Limbah organik pasar.

Pemanfaatan Limbah Pasar sebagai Pakan Ruminansia yang tidak bernilai ekonomis dengan tujuan untuk menekan biaya usahatani ternak. Salah satu komoditas yang sesuai untuk diolah menjadi bahan pakan ternak dengan jumlah yang melimpah di DKI Jakarta yaitu limbah organik pasar. Limbah organik pasar merupakan sisa-sisa yang tidak terjual, hasil penyiangan maupun bagian dari sayuran ataupun buahan yang tidak dimanfaatkan untuk konsumsi manusia. Limbah organik pasar di DKI Jakarta dapat mencapai 4.500 ton per hari, yang terdiri dari sayuran dan buahan. Pengolahan limbah sayuran untuk pakan alternatif ternak berpotensi untuk membantu menekan biaya pakan ternak yang umumnya dapat mencapai 70% dari seluruh biaya usahatani ternak, serta untuk membantu dalam penyediaan bahan pakan ternak dengan jumlah kebutuhan pakan ternak sapi per hari per ekor mencapai 10% dari bobot badan, sehingga untuk satu ekor sapi dengan bobot badan 200 kg - 300 kg membutuhkan 20 kg - 30 kg pakan.

II. MACAM-MACAM LIMBAH ORGANIK PASAR
Limbah organik pasar yang umumnya terdapat di pasar-pasar tradisional di DKI Jakarta terbagi menjadi dua jenis, yaitu limbah sayuran dan limbah buah-buahan. Macam-macam limbah sayuran yang banyak dijumpai antara lain: kol, kulit jagung, caisim, sawi putih, daun kembang kol, kulit kecambah toge, wortel, serta tomat. BPTP Jakarta telah melakukan kajian karakteristik bahan pakan berupa tepung limbah organik pasar dan dilanjutkan pengujian penggunaannya pada ternak unggas dan ruminansia untuk mengetahui efektivitas dan efisiensinya dibandingkan dengan dedak. Limbah organik pasar yang digunakan merupakan limbah sayuran pasar yang dominan antara lain kol, caisim, daun kembang kol, kulit toge, serta sawi putih. Sedangkan kulit jagung sudah banyak dipergunakan sebagai pakan langsung (tanpa proses pengolahan) oleh beberapa peternak kambing maupun sapi di DKI Jakarta.

2.1. Limbah Sawi
Jenis limbah sawi yang banyak di pasar adalah limbah sawi hijau/caisim dan sawi putih.
2.2. Limbah Kol
Limbah kol yang didapatkan di pasar, merupakan bagian kol hasil penyiangan.
2.3. Limbah Kecambah Toge
Limbah kecambah toge. pasar, kulit toge merupakan limbah yang paling berpotensi untuk dijadikan tepung limbah. Untuk mencapai kadar air 65%-70% hanya membutuhkan penjemuran selama 2 hari.
2.4. Limbah Daun Kembang Kol
Daun kembang kol merupakan bagian sayuran yang tidak dimanfaatkan untuk konsumsi manusia. M
2.5. Limbah Jagung

III. PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK PASAR
Limbah organik pasar berpotensi sebagai bahan pakan ternak, akan tetapi limbah tersebut sebagian besar mempunyai kecenderungan mudah mengalami pembusukan dan kerusakan, sehingga perlu dilakukan pengolahan untuk memperpanjang masa simpan serta untuk menekan efek anti nutrisi yang umumnya berupa alkaloid. Dengan teknologi pengolahan pakan, limbah sayuran dapat diolah menjadi tepung, silase, maupun asinan, yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Manfaat dari teknologi pengolahan pakan antara lain dapat meningkatkan kualitas nutrisi limbah sebagai pakan, serta dapat disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama sebagai cadangan pakan ternak saat kondisi sulit mendapatkan pakan hijauan.
3.1. Tepung Limbah Organik Pasar
Pengolahan limbah sayuran menjadi tepung merupakan salah satu upaya untuk memperpanjang masa simpan.
3.2. Silase limbah Organik Pasar
Silase sorgum.
Pemanfaatan Limbah Pasar sebagai Pakan Ruminansia tidak ada lagi udara diantara tumpukan bahan silase, lalu di tutup rapat.
3.3. Asinan Limbah Organik Pasar
Limbah organik pasar yang umumnya digunakan untuk membuat asinan adalah sayuran berupa caisim, kol, serta sayuran daun lainnya.

 

Brosur isi lengkap silahkan kirim pesan melalui  email

Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya / Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com