JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Karakteristik Produk Olahan Berbasis Daging Kelinci

ABSTRACT

Pengembangan ternak kelinci sebagai penyedia daging sampai saat ini masih menemui banyak kendala karena daging kelinci belum populer dan belum diterima oleh sebagian masyarakat. Hal ini disebabkan oleh faktor kebiasaan makan (food habit) dan efek psikologis yang menganggap bahwa kelinci sebagai hewan hias atau kesayangan yang tidak layak untuk dikonsumsi dagingnya. Daging kelinci termasuk dalam kategori makanan fungsional, karena kandungan komposisi nutrisinya sangat baik untuk kesehatan. Daging kelinci mengandung 20-21% dari protein, asam lemak tak jenuh (oleat dan linoleat; 60% dari semua asam lemak), kalium, fosfor, dan magnesium, memiliki konsentrasi lemak yang rendah, kolesterol, dan natrium. Daging kelinci dapat dikembangkan pada semua jenis olahan yang berbahan baku daging, seperti bakso, nugget, rolade, dan berbagai jenis olahan daging lainnya. Bakso, sosis dan nugget adalah produk olahan daging yang telah diterima oleh masyarakat dari berbagai lapisan, demikian pula abon dan dendeng adalah produk olahan yang telah lama dikenal masyarakat dan mempunyai masa simpan yang panjang. Kulit bulu kelinci juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kerupuk rambak, selain itu kulit bulu  kelinci juga bisa dijadikan souvenir yang menarik. Pengenalan inovasi teknologi dan berbagai produk olahan yang berbasis daging kelinci diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk mengonsumsi  daging kelinci.

Kata kunci: karakteristik, daging kelinci, produk olahan

 

  • Download Full Text