JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SDM dan KTI

ABSTRACT

Tepung komposit jagung, kedelai dan kacang hijau (jalejo) dapat digunakan untuk mensubstitusi tepung terigu pada berbagai produk olahan berbasis tepung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jalejo sebagai substitusi tepung terigu terhadap mutu donat yang dihasilkan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan, yaitu 1) donat dengan konsentrasi 20% tepung jalejo, 2) donat dengan konsentrasi 30% tepung jalejo, dan 3) donat dengan konsentrasi 40% tepung jalejo. Pengamatan dilakukan terhadap atribut organoleptik (tekstur, warna, rasa, aroma dan penampilan) dengan 7 skala hedonik, sedangkan parameter mutu organoleptik yang diamati adalah penampakan bagian luar donat (warna dan kandungan minyak), penampakan bagian dalam donat (warna crumb, ukuran pori-pori crumb dan kekerasan), kelengketan di gigi dan fl avor kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung jalejo dapat digunakan untuk mensubstitusi terigu sampai 30% dalam pembuatan donat  dengan mutu yang baik dan disukai konsumen.

Kata kunci: tepung jalejo, donat, substitusi

 

  • Download Full Text

ABSTRACT

Jamur tiram merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki keadaan gizi masyarakat. Jamur tiram putih memiliki kandungan gizi lebih baik dibandingkan dengan jenis jamur lainnya. Kandungan proteinnya cukup tinggi,mengandung asam amino esensial, komponen  savour dan antioksidan yang memberikan aroma khas dan berfungsi sebagai antibodi. Kandungan karbohidrat total sebesar 61,1-70,9 % b.k, protein kasar 23,9% b.k, dan lemak kasar 2,16-5,45 b.k. dan kadar abu 6,7 % b.k.Karakteristik fungsional jamur tiram terutama karena komposisi kimianya sebagai makanan yang mempunyai sifat obat-obatan, seperti hipertensi, hiperkolesterolemia dan kanker.  Jamur tiram merupakan salah satu jamur pangan yang mempunyai sifat mudah rusak setelah panen dan mempunyai umur simpan yang singkat pada suhu ruang.  Untuk menyimpan dan memperpanjang daya awet jamur tiram dapat dilakukan melalui pengawetan segar, penyimpanan pada suhu rendah dan penyimpanan atmosfir termodifikasi.

Kata kunci: Jamur tiram, kandungan gizi, mudah rusak, masa simpan.

 

  • Download Full Text

ABSTRACT

Manfaat dan khasiat tanaman kelor (Moringa oleifera) terdapat pada semua bangian tanaman baik daun, batang, akar maupun biji.  Kandungan nutrisi yang cukup tinggi menjadikan kelor memiliki sifat fungsional bagi kesehatan serta mengatasi kekurangan nutrisi. Oleh karena kelor disebut Miracle Tree dan Mother’s Best Friend. Selain itu kelor berpotensi sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, obat-obatan dan perbaikan lingkungan yang terkait dengan cemaran dan kualitas air bersih. Senyawa bioaktif dalam kelor memyebaban kelor memiliki sifat farmakologis. Selain itu, telah diidentifi kasi bahwa daun kelor mengandung antioksidan tinggi dan antimikrobia. Hal ini menyebabkan kelor dapat berfungsi sebagai pengawet alami dan memperpanjang masa simpan olahan berbahan baku daging yang disimpan pada suhu 4 0C tanpa terjadi perubahan warna selama penyimpanan. Kandungan nutrisi mikro sebanyak 7 kali vitamin C jeruk, 4 kali vitamin A wortel, 4  gelas kalsium susu, 3 kali potassium pisang, dan protein dalam 2 yoghurt. Oleh karena itu kelor berpotensi sebagai minuman probiotik untuk minuman kesehatan, atau ditambahkan dalam pangan sebagai fortifi kan untuk memperkaya nilai gizinya. Selain daun dan buah, biji kelor juga dapat diolah menjadi tepung atau minyak sebagai bahan baku pembuatan obat dan kosmetik yang bernilai bernilai tinggi. Disamping itu fungsinya sebagai koagulans dan penjernihan air permukaan (air kolam, air sungai, air danau sampai ke air sungai). Melalui fungsi dan manfaat kelor yang sangat banyak dan sangat baik untuk pangan, obatobatan, maupun lingkungan maka sangat perlu pengembangan dan pengolahan yang tepat sesuai dengan karakteristik fi sik dan kimia sehingga menghasilkan produk yang kompetitif dan bernilai jual tinggi.

Kata kunci: Kelor, moringa, nutrisi, miracle tree, kalsium, koagulans.

 

  • Download Full Text

ABSTRACT

Telah diyakini bahwa sayuran merupakan sumber senyawa bioaktif terutama antioksidan alami seperti vitamin, karotenoid, flavonoid, dan senyawa fenolik lainnya. Tidak ada keraguan pula bahwa proses dan metode pemasakan menyebabkan perubahan signifikan dalam komposisi kimia sayuran dan mempengaruhi senyawa bioaktifnya baik dengan cara yang positif (meningkatkan kandungannya) ataupun negatif (menurunkan kandungannya). Dengan demikian, proses/ metode pemasakan dan pengaruhnya terhadap senyawa bioaktif sayuran telah menjadi suatu hal yang menarik untuk dikaji. Hasil dari beberapa eksperimen menunjukkan bahwa proses pemasakan mempengaruhi konten dan aktivitas antioksidan baik secara positif ataupun negatif. Pengaruh pemasakan terhadap kandungan antioksidan sayuran terutama disebabkan oleh pelunakan atau denaturasi jaringan tanaman atau gangguan selular dan pemisahan beberapa senyawa fenolik dari struktur selular. Namun, untuk beberapa sayuran, metode pemasakan tidak berpengaruh di mana konten dan aktivitas antioksidan tetap sama, sebelum dan setelah pemasakan.

Kata Kunci: Sayuran, antioksidan, metode pemasakan

 

  • Download Full Text

ABSTRACT

Setiap minggunya, ada sekitar 50-80 ton limbah daun-daun terluar kubis yang belum termanfaatkan secara optimal dan hanya dibuang meskipun sebenarnya masih layak menjadi sumber makanan yang bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, pengolahan dan pemanfaatan limbah daundaun terluar kubis tentunya akan berguna untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut. Dalam hal ini, BPTP Jakarta telah melakukan kajian pembuatan powder dari daun-daun terluar kubis. Namun demikian, untuk mendukung diseminasi dan optimalisasi pemanfaatan daun-daun terluar kubis menjadi powder tersebut maka diperlukan kajian pemanfaatan powder daun-daun terluar kubis (powder daun kubis) menjadi makanan.  Untuk itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui formula pembuatan egg roll dengan penambahan powder daun kubis agar menghasilkan produk yang disukai konsumen. Powder daun kubis dalam hal ini dimaksudkan sebagai pensubstitusi tepung terigu. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan (empat ulangan) perbandingan powder daun kubis dengan terigu, yaitu a) 20% : 80%, b) 30% : 70%, c) 40% : 60%, dan d) 50% : 50%. Parameter pengamatan menggunakan uji organoleptik hedonic (uji kesukaan) 7 skala dan analisis proksimat. Tingkat penerimaan konsumen terhadap egg roll yang mengandung powder daun kubis berada pada level agak suka untuk semua parameter baik itu penampilan, warna, dan rasa. Semua parameter tersebut dirasakan tidak berbeda nyata oleh para panelis yang menganggap semua formula egg roll memiliki penampilan, warna dan rasa yang sama. Perbedaan hanya terjadi pada parameter aroma. Dari kajian ini, diketahui bahwa aroma yang masih diterima panelis adalah produk egg roll yang mengandung maksimum 20% powder daun kubis dengan nilai agak suka sampai suka. Sedangkan data hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa produk egg roll dengan 20% powder daun kubis memiliki kandungan serat 5.06 g/100 g.

Kata kunci: powder daun kubis, formula, aroma, egg roll, tingkat penerimaan

 

  • Download Full Text