JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Budidaya Sanseviera

PENDAHULUAN
Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Dulu tanaman ini hanya dipandang sebelah mata dianggap tidak bermanfaat selain hanya dijadikan tanaman pagar. Sanseviera tak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang, Sanseviera digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan. Secara morfologi, Sanseviera dicirikan dengan daun yang tebal karena kandungan air yang tinggi. Pada beberapa jenis Sanseviera, daun
berkedudukan seperti roset mengelilingi batang semu. Disebut batang semu karena sesuangguhnya Sanseviera tidak mempunyai batang. Pada jenis yang lain, daun berbentuk silinder. Jenis yang lain lagi mempunyai helaian daun kaku seperti pedang. Sebagaimana tanaman monokotil lainnya, akar sansiveria berupa akar serabut atau disebut juga wild root (akar liar). Semua akar tumbuh dari pangkal batang dan berbentuk serabut.

MEDIA TUMBUH
Media tumbuh merupakan tempat berdiri tegaknya tanaman, akar-akar tanaman dapat melekat erat sehingga memperkokoh tanaman. Sanseviera Tidak memiliki media yang khusus. Beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai media tumbuh antara lain sekam padi, arang sekam, pasir malang, dan pupuk kandang. Formula media tumbuh yang sering digunakan untuk adalah arang sekam : pasir malang : pupuk kandang = 1 : 1 : 1.

a. Sekam padi dan arang sekam

Sekam padi yang digunakan sebagai media tumbuh biasanya berupa sekam padi yang sudah matang ataupun arang sekam yang diperoleh dari pembakaran sekam padi kering. Sekam padi dan arang sekam yang belum menjadi abu inilah yang digunakan sebagai media tumbuh Sanseviera. Pemilihan sekam padi harus benar-benar diperhatikan. Pilih sekam padi yang benar-benar sudah matang pemeramnya. Apabila sekam padi yang digunakan belum matang, bisa jadi ada bibitbibit padi yang akan tumbuh. Akibat yang lebih parah. Sekam akan melanjutkan proses pematanggannya. Akibatnya lagi, tanaman kekurangan oksigen.

b. Pasir malang
Pasir malang sangat baik pertumbuhan dan perakaran tanaman. Bobotnya yang cukup besar memudahkan tanaman berdiri tegak. Sifatnya mudah basah, tetapi cepat juga keringnya. Ukuran substrat kurang lebih 3 mm dan setiap 100 g mampu menyimpan air sebanyak 18-19 g. Pasir tidak mengandung unsur hara. Jadi, fungsi utamanya adalah sebagai campuran media agar lebih poreus.


c. Pupuk kandang
Pupuk kandang merupakan media tanam sumber hara, baik hara makro maupun mikro. Pupuk kandang yang digunakan harus betul-betul sudah matang. Beberapa kandungan hara penting dalam pupuk kandang kambing adalah N 4%, P 0,61%, dan K 2,8%. Penggunaan pupuk kandang sebagai campuran media tumbuh dianjurkan hanya satu bagian saja. Beberapa pekebun lebih menyukai pupuk kandang kotoran kambing karena bersifat slow release. Sifat ini memungkinkan unsur hara selalu ada dalam semua kondisi.

PENYIRAMAN
Sanseviera tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak untuk tumbuh dan berkembang. Hal itu sesuai dengan jenisnya xerophyt yaitu tanaman dengan kebutuhan air sedikit. Tanaman ini mampu menyimpan kelebihan air dalm sel-sel daunnya. Penelitian hidroponik sistem irigasi tetes untuk melihat kebutuhan air Sanseviera pernah dilakukan. Teryata paling baik diberi air 20 ml/tanaman/minggu pada media vermikulit. Pada media pasir, kebutuhan air lebih banyak, yaitu 30 ml/tanaman/minggu.

PEMUPUKAN
Unsur hara dapat diperoleh dari air siraman dan media tumbuh serta pemupukan. Pemupukan pada Sanseviera sama seperti tanaman lanilla. Cara pemupukan dapat melalui akaratau daun. Pemupukan harus tepat dosis. Pemebrian pupuk yang berlebihan justru akan menjadi racun bagi tanaman. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk majemuk. Artinya, pupuk yang kandungan nutrisinyan lebih dari satu unsur. Di pasaran banyak tersedia pupuk majemuk dengan berbagai merek dagang. Berbagai macam pupuk ini misalnya Dekastar, Osmocote, dan lain-lain. Berikan cukup 1 sendok teh untuk pot dengan diameter 15 cm. Pupuk daun yang akan digunakan dilarutkan dengan air sesuai dosis anjuran. Kemudian semprotkan pada bagian daun seminggu sekali. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari (pukul 06.00-07.00) atau sore hari (pukul 17.00-18.00).

Bahan Bacaan :
Purwanto, AW. 2006. Sanseviera Flora Cantik Penyerap Racun. Kanisius. Yogyakarta.
Dirjen Hortikultura-Deptan. 2007. Budidaya Tanaman Hias. Jakarta