JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jamu untuk Ayam Buras

Pendahuluan

Walaupun wabah flu burung kian merebak di berbagai daerah di Indonesia, namun di wilayah DKI Jakarta ayam buras tetap bertahan sebagai komoditas andalan yang dapat memenuhi kebutuhan bahan pangan bergizitinggi berupa daging dan telur. Meskipun sampai saat ini di wilayah DKI Jakarta belum ditemukan adanya kasus flu burung, namun perternak harus selalu waspada untuk mengantisipasinya. Salah satu upayauntuk mengantisipasinya dan mencegah wabah tersebut, perlu dilakukan peningkatan daya tahan tubuh ternak.

Pada umumnya sistem pemeliharan ayam buras di wilayah propinsi DKI Jakarta dilakukan secar intensif, yaitu dengan jalan mengkandangkan  ayam secara terus menerus selama budidaya. Sistem pemeliharaan seperti ini akan meningkatkan resiko terjadinya wabah penyakit, apalagi bila penanganan sanitasi lingkungan yang buruk dan tidak ada upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam buras.

Ternak ayam buras sangat peka terhadap lingkungan  sehingga diperlukan kondisi kandang yang memadai dan daya tahan tubuh ayam yang kuat yeerhadap berbagai penyakit infeksi. Tanaman obat tradisional indonesia sangatlah potensiuntuk digunakan sebagai bahan pakan tambahan (feed suplement) yang dicampur dalam air minum ayam buras.Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas daging ayam buras adalah melalui pemberian pakan dari bahn alami yang ada di sekitar kita.

Hasil pengkajian BPTP Jakarta, mengenai pemanfaatan jamu ayam buras menunjukan bahwa pemberian jamu dengan dosis 90 ml/liter/hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan kualitas daging ayam buras. Beberapa kendala dalam budidaya ayam buras adalah daya tahan tubuh dan kualitas daging ayam burasyang relatif rendah. Peningkatan daya tahan tubuh dan kualitas daging ayam buras masih memungkinkan untuk dilakukan.