JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

 

Sistem budidaya tanaman sayuran dan ikan secara akuaponik memiliki banyak kelebihan  dibandingkan  dengan budidaya secara konvensional. Salah satu model pertanian perkotaan yang kini sedang marak dilakukan oleh masyarakat kota adalah budidaya sistem akuaponik. Salah satu budidaya sistem akuaponik yang  telah  dihasilkan  oleh  Balai  Pengkajian  Teknologi Pertanian  (BPTP)  Jakarta adalah wolkaponik  ataupun vertiminaponik. 

Wolkaponik ataupun vertiminaponik merupakan teknologi akuaponik  berskala  kecil  sehingga  cocok  untuk  rumah tangga.  Melalui teknologi ini,  masyarakat  perkotaan dapat  berbudidaya  tanaman  sayuran  dan  ikan  secara bersamaan pada luasan lahan yang sama. Wolkaponik maupun  vertiminaponik  sangat  potensial untuk dikembangkan  di wilayah perkotaan. Wolkaponik maupun  vertiminaponik  dapat  menjadi solusi  atas beberapa  permasalahan  yang  umum  muncul  di perkotaan,    seperti  ketersediaan  bahan  pangan  yang sehat,  murah  dan berkelanjutan,  mengurangi  polusi, menambah nilai estetika kota, mengurangi tingkat stres dan  perbaikan  hubungan  sosial,  hingga memberikan pemasukan tambahan.

     

 

 

   

 Ketahanan dan kemandirian pangan harus dimulai dari rumah. Salah satu program pemerintah yang dalam upaya pencapaian ketahanan dan kemandirian pangan keluarga adalah melalui pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pengembangan KRPL tersebut dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan-pekarangan rumah sehingga lebih optimal dalam mencapai kemandirian pangan keluarga, melalui pemenuhan gizi seimbang dan perbaikan menu keluarga. Dalam konsep KRPL, pemanfaatan pekarangan dikelola melalui pendekatan terpadu antara berbagai komoditas yang meliputi tanaman pangan (tanaman sayur, buah, bumbu dan obat), budidaya ternak, serta ikan.

Buku ini memuat tentang budidaya pertanian (khususnya sayuran) yang terintegrasi dengan budidaya ikan di pekarangan. Sistem integrasi dua budidaya tersebut bernama akuaponik. Sistem akuaponik merupakan sistem budidaya tanpa limbah atau zero waste, sehingga sangat baik untuk diterapkan di pekarangan. Banyak keuntungan yang diraih melalui teknologi akuaponik, sehingga teknologi ini sangat prospektif untuk diterapkan dan dikembangkan dalam mendukung pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari.

   

 

 

 

 

Pertanian Perkotaan atau Urban Agriculture (UA) didefinisikan sebagai aktivitas budidudaya, pengolahan, pemasaran, dan pendistribusian bahan pangan, produk kehutanan dan hortikultura yang terjadi di dalam dan sekitar perkotaan. Kegiatan UA memiliki perspektif ekonomi, lingkungan, dan akses terhadap bahan pangan yang secara langsung dan tidak langsung berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Besarnya peluang pasar sejalan dengan pertumbuhan masyarakat kota, dekatnya jarak antara produsen dan konsumen, isu perubahan iklim global, peningkatan kesadaran terhadap lingkungan dan gaya hidup sehat, serta tingginya laju arus urbanisasi tenaga kerja dari desa ke kota berpotensi mendorong pengembangan pertanian di perkotaan. Tantangan yang dihadapi dalam pengemangan UA, diantaranya status hukum dan luasan lahan, pasokan sinar matahari dan sirkulasi udara, cemaran logam berat, keterbatasan pengetahuan, dan berkembangnya penyakit menular dari hewan (zoonosis). Strategi yang dipercaya dapat mengatasi permasalahan tersebut dan mampu mendorong laju perkembangan UA diantaranya adalah melalui penyediaan Inovasi Teknis, Inovasi Organisasi, serta dukungan kebijakan dan kelembagaan.    

 

   
 Pengembangan  pertanian  merupakan  salah  satu  upaya yang  dapat  ditempuh  untuk  memproduksi  pangan berkelanjutan  dan  mewujudkan  ketahanan  pangan  di Kabupaten  Administrasi  Kepulauan  Seribu.  Di  tengah keterbatasan yang dimiliki dan kebutuhan untuk mencapai ketahanan pangan yang harus dipenuhi, Kepulauan Seribu memiliki potensi yang luar biasa yang dapat dikembangkan di bidang pertanian, mulai dari hulu hingga hilir. Buku ini berisi tentang berbagai strategi yang dapat diterapkan di Kepulauan Seribu untuk mewujudkan sistem pangan  berkelanjutan. Berbagai  strategi  yang  dijabarkan bersifat  terpadu  sehingga  dirasa  sangat  tepat  untuk diterapkan.  Berbagai  strategi  tersebut  meliputi  budidaya tanaman dan ternak, serta pengolahan hasil pertanian.    

 

 

 

 

Berbagai inovasi yang dihasilkan oleh BPTP Jakarta ini diperoleh melalui pengkajian yang memastikan bahwa inovasi tersebut aplikatif, berdampak signifikan dalam pembangunan pertanian perkotaan daan mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani. Hasil seleksi inilah yang diwujudkan di dalam buku yang berjudul "43 Teknologi Inovatif BPTP Jakarta"

Buku ini merupakan upaya pro-aktif BPTP Jakarta dalam upaya mempercepat proses alih teknologi hasil penelitian da pengembagan pertanian. Semoga buku ini dapat menggugah masyarakat pada umumnya, dan petani pada khususnya untuk mengembangkan inovasi teknologi pertanian dan mendukung pengemangan pertanian baik di Jakarta maupun di Indonesia secara keseluruhan.