JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Perbanyakan Tanaman Hias Aglaonema

Aglaonema atau lebih dikenal dengan julukan ratu daun termasuk kelompok komoditas tanaman hias berdaun indah. Daunnya yang indah warnawarni menarik perhatian setiap mata memandang. Saat ini aglaonema masih menjadi salah satu tanaman yang popular, baik untuk menambah keindahan lingkungan halaman/pekarangan maupun untuk dekorasi ruangan. Aglaonema berasal dari daerah Asia beriklim tropis, dan tersebar dari Cina bagian Selatan, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Filipina. Di habitat aslinya, tanaman ini hidup di hutan di bawah tegakan pohon yang terlindungi dari sinar matahari langsung. Jenisnya bermacam-macam dengan nama-nama yang menarik, seperti dona karmen, legacy, lipstick, tiara. Harga agalonema bervariasi, mulai dari ribuan (dona karmen) hingga ratusan ribu (legacy). Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, permintaan akan tanaman aglaonema meningkat pesat. Untuk memenuhi permintaan tersebut, perlu dilakukan perbanyakan bibit yang seragam dan dalam jumlah yang besar. Peningkatan permintaan ini secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan kegiatan produksi di sentra produksi. Dengan demikian, kegiatan produksi tersebut perlu terus didorong agar memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Nasional.

Aglaonema dapat diperbanyak dengan menggunakan biji, anakan dan setek batang. Pada skala komersial, setek batang merupakan cara perbanyakan yang umum dilakukan. Para petani biasanya memperbanyak tanaman dengan cara memotong batang sepanjang 5-7 cm (4-5 buku) yang hanya menghasilkan kurang lebih 2 tunas per tanaman baru. Hal ini yang berarti akan menambah kerumitan pengelolaan produksi dalam skala usaha tani. Tanaman aglaonema mempunyai batang berbuku dan tidak berkayu. Buku-buku batang merupakan indikator pertumbuhan daun, dimana buku merupakan tempat melekatnya tangkai daun. Pada setiap ruas buku terdapat satu mata tunas tidur yang sebenarnya mampu membentuk tanaman baru. Terbatasnya jumlah mata tunas tidur yang tumbuh pada perbanyakan setek batang selama ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kompetisi antar tunas tidur dalam satu ruas setek batang, umur batang, kemampuan mata tunas dalam reorientasi pertumbuhan, lingkungan dan lain-lain.

Upaya peningkatan jumlah tanaman baru dalam setek batang aglaonema dapat dilakukan dengan menciptakan kondisi agar setiap tunas tidur mendapatkan dominasi apikal dan tumbuh menjadi individu tanaman baru. Salah satu upaya untuk mendorong setiap mata tunas mendapatkan dominasi apikal setelah pemotongan dan tumbuh menjadi individu baru adalah dengan teknik setek mata tunas tunggal batang terbelah.