JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peningkatan mutu benih tanaman sayuran dengan aplikasi pelapisan benih menggunakan vermikompos dan pestisida nabati

Rendahnya daya tumbuh benih yang ditanam serta serangan penyakit pada pembibitan merupakan permasalahan yang sering dijumpai pada teknis budidaya di lapangan. Pelapisan benih merupakan suatu metode alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pelapisan benih berguna untuk melindungi benih dari gangguan atau pengaruh kondisi lingkungan selama penyimpanan atau dalam rantai pemasaran. Selain itu, perlakuan ini dapat mempertahankan kadar air benih, menyeragamkan ukuran benih, dan meningkatkan efisiensi pemakaian alat penanaman benih. Dengan demikian, kegiatan pelapisan benih dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis benih, memudahkan penyimpanan benih, dan mengurangi dampak buruk kondisi lingkungan penyimpanan, serta memperpanjang daya simpan benih.

Pelapisan benih dapat dimanfaatkan untuk mengaplikasikan fungisida, insektisida, protektan, hara mikro, dan senyawa lain ke benih sehingga mencegah benih dari cekaman lingkungan. Aplikasi pelapisan benih dengan fungisida kimia ataupun komponen bioaktif alternatif dapat menurunkan kerusakan tanaman yang disebabkan oleh penyakit dan juga menurunkan level penggunaan pestisida di lapang. Bahkan jika dibandingkan dengan pengaplikasian pestisida secara langsung pada tanaman di lapang maka seed coating dengan pestisida dapat menurunkan penggunaan pestisida hingga 85%. Bahan coating konvensional dapat dikombinasikan dengan bahan alami yang memiliki efek protektif terhadap benih.

Pelapisan benih dengan menggunakan vermikompos dan pestisida mimba

 

BPTP Jakarta telah melakukan kajian teknologi pelapisan benih yang mampu beradaptasi di lapangan, khususnya di DKI Jakarta. Setiap jenis benih kompatibel bahan perekat yang berbeda meskipun bahan innert yang akan digunakan sama yaitu vermikompos dan pestisida nabati tepung biji mimba. Perekat yang kompatibel dengan benih cabai adalah chitosan, gom arab kompatibel untuk benih tomat dan timun, sedangkan perekat yang kompatibel dengan benih kacang panjang adalah CMC.

Aplikasi pelapisan benih menghasilkan pengaruh yang berbeda terhadap empat jenis benih sayuran. Pada benih tomat dan timun, pelapisan benih menggunakan vermikompos dan pestisida mimba mampu meningkatkan mutu fisiologis benih dan juga performa pertumbuhan bibit.  Akan tetapi, pada komoditas cabai dan kacang panjang, aplikasi pelapisan benih justru menurunkan mutu fisiologis benih dan menghambat pertumbuhan bibit.  Pengaruh pestisida mimba tidak terlihat pada pengujian ini karena tidak ada kejadian serangan penyakit.

Secara umum persepsi warga kooperator terhadap inovasi budidaya sayuran menggunakan benih berpelapis vermikompos dan pestisida nabati yang mencakup persepsi terhadap keuntungan relatif, persepsi terhadap tingkat kesesuaian, persepsi terhadap tingkat kerumitan, persepsi terhadap tingkat kemudahan untuk dicoba dan diterapkan, persepsi terhadap tingkat kemudahan untuk dilihat hasilnya termasuk katagori cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi ini masih dapat diterima dan berpeluang untuk diadopsi oleh pengguna dengan syarat perlunya perhatian terhadap kemudahan untuk mendapatkan benih berpelapis vermikompos dan pestisida nabati.

 

 

Sumber :

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta. 2015. Laporan Akhir Peningkatan Mutu Benih Tanaman Sayuran Dengan Aplikasi Pelapisan Benih Menggunakan Vermikompos dan Pestisida Nabati. Jakarta: BPTP Jakarta.