JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Wolkaponik: Teknologi budidaya terpadu sayuran dan ikan skala pekarangan di perkotaan

 Besarnya dampak perubahan iklim global menyebabkan strategi penyediaan pangan yang bersandar kepada sentra penghasil pangan mutlak dilakukan perubahan. Salah satu strateginya adalah melalui pemanfaatan pekarangan dengan pendekatan budidaya tanaman sistem akuaponik. Namun demikian, sistem akuaponik masih sangat jarang diterapkan di Indonesia. Teknologi akuaponik spesifik pekarangan memerlukan suatu model yang lebih efisien, lebih mudah diaplikasikan, serta memiliki estetika yang menarik.


Adalah wolkaponik, salah satu sistem budidaya secara akuaponik skala rumah tangga yang telah dihasilkan BPTP Jakarta, dengan memodifikasi teknologi akuakultur, wall gardening, dan hidroponik. Wolkaponik sendiri merupakan singkatan dari kata wall gardening aquaponic, yaitu suatu sistem akuaponik yang disusun secara vertikal menyerupai wall gardening. Pada wolkaponik, bertanam sayuran dilakukan secara vertikal. Sementara pemeliharaan ikan dilakukan pada bagian bawah. Tidak hanya menghasilkan sayuran dan ikan, wolkaponik juga dapat menciptakan unsur keindahan, karena budidaya tanaman menggunakan sistem vertical garden.

 

Gambar 1. Sistem kerja akuaponik

 

Bagaimana wolkaponik bekerja?
Sistem kerja wolkaponik sesederhana sistem kerja akuaponik. Air beserta kotoran yang berasal dari budidaya ikan disalurkan kepada tanaman karena mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman akan menyerap nutrisi yang berasal dari air dan kotoran ikan tadi. Sebagai gantinya, tanaman akan memberikan oksigen kepada ikan melalui air yang sudah tersaring oleh media tanam.

Wolkaponik sangat cocok dengan kondisi perkotaan. Desainnya yang minimalis, menjadikannya dapat dilakukan pada luas lahan yang terbatas (pekarangan) dan menghasilkan dua komoditas sekaligus, yaitu sayuran dan ikan. Melalui wolkaponik, sistem budidaya tanaman dilakukan secara organik yang ramah lingkungan dan bebas pestisida. Hal ini dikarenakan tanaman memperoleh pupuk langsung dari sisa pakan dan kotoran ikan yang terletak di bawahnya. Sisa pakan dan kotoran ikan sendiri kaya nutrisi dan mengandung hara konsentrasi tinggi. Sementara, media tanam dan tanaman yang berada di atas kolam ikan, berfungsi sebagai penyaring air sebelum air tersebut kembali ke dalam kolam. Hal ini menyebabkan kualitas air kolam akan tetap baik, bebas dari sisa pakan dan kotoran ikan, serta akan mendorong pertumbuhan ikan menjadi baik.

Kelebihan yang diperoleh dari sistem wolkaponik adalah hemat pupuk, tanpa pestisida kimia, mudah dalam pemeliharaan, efisiensi waktu dan tenaga, hasil produksi aman, serta sehat karena merupakan hasil budidaya secara organik. Sistem budidaya wolkaponik yang dikenalkan BPTP Jakarta terdiri dari 3 jenis, yaitu dengan menggunakan talang plastik, paralon, dan pot-pot sedang. Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem wolkaponik sebaiknya adalah semua jenis sayuran daun dan jenis ikan yang dapat dibudidayakan adalah ikan konsumsi air tawar.

 

Gambar 2. Beberapa model wolkaponik hasil kajian BPTP Jakarta

 

 

Sumber :

1. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta. 2014. Laporan Akhir Pengkajian Sistem Budidaya Terpadu Sayuran dan Ikan Skala Pekarangan di Perkotaan Tahun 2014. 

2. Yudi Sastro. 2016. Teknologi Akuaponik Mendukung Pengembangan Urban Farming. Jakarta: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta.