JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENDAMPINGAN DAN PENGAWALAN KOMODITAS STRATEGIS KEMENTAN DI DKI JAKARTA

Dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional, Badan Litbang Pertanian mengemban tanggung jawab yang dituangkan dalam program-program strategis, yang salah satunya dilaksanakan oleh BPTP Jakarta. Apabila dilihat dalam skala nasional, hasil panen komoditas pertanian di wilayah Jakarta memanglah belum terlihat secara nyata kontribusinya. Akan tetapi, pengembangan pertanian di wilayah Jakarta cukup mampu menciptakan ketahanan pangan bagi keluarga. Dan mulai tahun 2015, BPTP Jakarta bekerjasama dengan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, menggalakkan pendampingan dan pengawalan komoditas strategis Kementan, meliputi padi, bawang merah dan cabai. Bentuk pendampingan yang telah dilakukan oleh BPTP Jakarta pada ketiga komoditas tersebut meliputi : penyediaan benih varietas unggul, penyediaan informasi teknologi, pelatihan, kunjungan lapang, show window teknologi.

Pendampingan yang dilakukan menganut lima prinsip utama yaitu, partisipatif; dalam hal ini melibatkan peran aktif masyarakat mulai dari perencanaan penentuan teknologi sampai dengan pelaksanaannya. Spesifik lokasi; dimaksudkan bahwa teknologi yang diterapkan haruslah memperhatikan kesesuaiannya dengan lingkungan sosial budaya, dan ekonomi petani setempat. Terpadu; dalam penerapan teknologi dilakukan secara terpadu menyangkut pengelolaan sumberdaya tanaman, tanah dan air secara terpadu. Sinergis atau serasi; pemanfaatan teknologi hendaklah memperhatikan keterkaitan (sinergisme atau keserasian) antar komponen teknologi yang saling mendukung. Dinamis; penerapan teknologi disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan Iptek serta kondisi sosial ekonomi setempat.

 

Pendampingan dan Pengawalan Komoditas Padi

Meskipun sebagai kota metropolitan, Jakarta masih menyimpan lahan sawah produktif yang dikelola oleh petani dengan luas keseluruhan kurang lebih 700 hektar yang tersebar di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Status lahan persawahan tersebut, sebagian besar adalah milik dari pengembang atau perusahaan, yang mengizinkan para petani untuk mengelola lahan sebelum digunakan oleh sang pemilik. Sementara itu, di Jakarta Timur sudah terdapat sawah abadi seluas 4 ha yang merupakan milik dari Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta dan dimanfaatkan untuk memproduksi benih padi dengan varietas Situ Bagendit dan Mekongga.

Pendampingan dan pengawalan komoditas padi salah satunya dilaksanakan di Poktan Tani Maju, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dimulai dari penyediaan benih varietas unggul, yakni Inpari 16, Inpari 30, dan Inpari 32. Introduksi varietas tersebut didasarkan oleh preferensi petani untuk menanam Ciherang, yang mana ketiga Inpari tersebut tetuanya adalah Ciherang. Penyediaan informasi mengenai PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) pun telah disediakan berupa brosur petunjuk teknis.

Sejauh ini, kelompok tani sudah merasakan manfaat dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo, meskipun praktek di lapangan jajar legowo yang diaplikasikan oleh petani dimodifikasi menjadi jajar legowo 6:1 dan bahkan jajar legowo 8:1. Oleh karena itu, introduksi sistem tanam jajar legowo 2:1 menggunakan caplak diharapkan akan lebih mudah diaplikasikan oleh petani di lapang. Komponen penting lainnya dari PTT padi adalah pemupukan spesifik lokasi, dengan menggunakan PUTS dan Bagan Warna Daun, petani akan dengan mudah mengaplikasikan pemupukan sesuai dengan kebutuhan. Kedua tools tersebut merupakan salah satu teknologi Balitbangtan yang mudah diaplikasikan oleh petani.

 
 

Pendampingan dan Pengawalan Komoditas Bawang Merah

Bukan mustahil lagi, bila Jakarta panen bawang merah. Hal ini berawal pada tahun 2014, BPTP Jakarta bersama dengan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta mulai mengintensifkan pendampingan dan pengawalan budidaya bawang merah baik di polybag maupun di lahan. Sebut saja, di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, salah satu petaninya telah mencoba berusahatani bawang merah seluas 1,5 Ha dengan memperoleh hasil panen kurang lebih 15 ton. Pelatihan budidaya bawang merah yang melibatkan Suku Dinas KPKP, kelompok tani, peneliti dan penyuluh serta stakeholder lainnya, terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani di wilayah DKI Jakarta.

Bentuk pendampingan dan pengawalan bawang merah yang telah dilakukan adalah penyediaan benih unggul. Bekerjasama dengan UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP DKI Jakarta, tepatnya berlokasi di Agrowisata Cilangkap, BPTP Jakarta memproduksi benih bawang merah varietas Bima, Kramat1, Bauji, dan Maja, yang hasil benihnya digulirkan lagi kepada kelompok tani. Hal tersebut juga menjadi “show window” teknologi dalam berbudidaya bawang merah, sehingga menjadi pusat percontohan bagi masyarakat sekitar.

 

Pendampingan dan Pengawalan Komoditas Cabai

Tercatat bahwa konsumsi cabai dalam skala rumah tangga lebih tinggi dibandingkan non rumah tangga atau industry. Oleh karena itu, pendampingan dan pengawalan komoditas cabai yang telah dilakukan diawali dengan pelatihan budidaya cabai baik dalam polybag maupun di lahan. Selain itu, penyediaan informasi mengenai petunjuk teknis menjadi penting, hal ini dikarenakan perlunya buku saku yang menjadi panduan baik bagi petani ataupun masyarakat awam sekalipun.

Berbagai cara ditempuh untuk mensosialisasikan budidaya cabai di perkotaan, salah satunya adalah dengan membangun percontohan di BPP Sukapura (Jakarta Utara) dan BPP Kembangan (Jakarta Barat). BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) merupakan salah satu wahana yang paling dekat dengan petani, oleh karena itu harapannya BPP menjadi show window teknologi sehingga masyarakat mudah untuk mengakses teknologi yang ada. (Kartika Mayasari)