JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bioindustri

 

 

Tujuan pertanian ke depan adalah terwujudnya pertanian yang maju, adil  dan makmur. Upaya menghadapi tantangan tersebut memerlukan dukungan rancangan konsep yang holistik dan integral, melalui dukungan regulasi dan kebijakan publik, alokasi anggaran yang memadai, sumberdaya insani yang berkualitas dan inovasi teknologi. Memperhatikan peran strategis dan multidimensi pertanian serta tantangan besar ke depan, maka diperlukan paradigma baru, yakni sistem pertanian bioindustri berkelanjutan. Pengembangan pertanian di DKI Jakarta bukan tanpa kendala, alih fungsi lahan pertanian yang begitu cepat, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, keterbatasan lahan, pertumbuhan penduduk menjadi tantangan pengembangan pertanian di perkotaan. Melalui pengembangan pertanian bioindustri yang mengintegrasikan seluruh sumberdaya hayati dan biomasa yang ada diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan pertanian yang ada dan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat kota. Inisiasi Pengembangan kawasan integrasi ternak kelinci tanaman sayuran berbasis sumberdaya lokal ramah lingkungan di Kelompok tani Jaya Yudha  dan Rusun Marunda telah berjalan cukup baik. Hal tersebut diindikasikan dengan meningkatnya minat anggota kelompok tani untuk terlibat dalam kegiatan. Untuk keberlanjutan model pengembangan kawasan integrasi ternak kelinci tanaman sayuran berbasis sumberdaya lokal ramah lingkungan masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut. Sosialisasi serta koordinasi berkelanjutan antar dan intra institusi terkait masih perlu dilakukan dengan komprehensif guna tercapainya tujuan akhir kegiatan. Berdasarkan analisis finansial model ini layak untuk diusahakan dan dikembangkan.

Temu lapang model pertanian bioindustri integrasi tanaman sayuran dan ternak kelinci terlah dilaksanakan di kelompok tani Jaya Yudha kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Temu lapang dihadiri oleh instansi – instansi terkait baik lingkup badan litbang pertanian maupun lingkup pemerintah daerah setempat, antara lain dinas kelautan pertanian dan ketahanan pangan berikut suku dinasnya di enam wilayah kota, Seluruh UPT lingkup Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, Penyuluh pertanian di enam wilayah kota, kelurahan dan kecamatan setempat, Brigif Jaya Sakti, serta unit eselon 2 lingkup badan litbang pertanian. 

 

Rangkaian acara temu lapang meliputi pembukaan dan sambutan dari Kepala Pustaka Badan Litbang Pertanian yang mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian, Sambutan kepala batalyon infantry 201 Jaya Yudha sebagai tuan rumah, Sambutan dan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara yaitu Kepala BPTP Jakarta, Pemberian secara simbolis buku pertanian perkotaan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian yang mewakili, Pengumuman pemenang lomba olahan pasca panen berbasis sayuran , dialog interaktif dan kunjungan lapang.

 

Dialog interaktif mengusung tema Model Pengembangan Pertanian Bioindustri di Perkotaan. Sebagai narasumber Kepala Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala Batalyon Infantri 201 Jaya Yudha, serta Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke masing-masing subsistem yang meliputi, subsistem budidaya pertanian, budidaya peternakkan (kelinci), Pengolahan limbah organik dan dapur olahan pasca panen. Pada Kunjungan ke subsitem budidaya pertanian dilanjutkan dengan panen bersama. Sedangkan pada kunjungan ke dapur olahan pasca panen peserta temu lapang diajak mencicipi berbagai produk olahan hasil pertanian bioindusti perkotaan. Respon dan antusias peserta yang hadir sangat baik, terlihat dengan banyaknya pertanyaan mengenai pertanian bioindustri si perkotaan dan banyaknya permintaan pendampingan untuk pembangunan model pertanian bioindustri perkotaan. Pelaksanaan temu lapang diharapkan dapat menjadi sarana diseminasi teknologi Badan Litbang Pertanian dan sumber inspirasi bagi Petani dan Masyarakat.