JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Menjadi Nata De Soya Menggunakan Sumber N Organik

Industri tahu di Jakarta dan daerah penyangganya yaitu bogor, depok, tanggerang dan bekas berjumlah 315 unit usaha  dengan total produksi tahu mencapai 108.675.000 kg/th.Jumlah limbah cair yang dihasilkan adalah 1.630.125 m3 /th.Salah satucara terpadu pemanfaatan limbah yang masihmengandung bahan organik melalui prosesbioteknologi bakteri Acetobacterxylinum untuk mendapatkan suatu produkbaru, yaitu nata de soya. Pengolahan limbah cair tahumenjadi Nata de Soya diharapkan mampumengurangi pencemaran lingkungan ataupermasalahan lingkungan dan menambah nilai ekonomi dari whey tahu.

Untuk mempercepat inkubasi pada industri nata biasanya menggunakan Za, namun dalam penelitian menggunakan bahan sumber N organik sebagai pengganti, yaitu yang bersumber dari kacang-kacangan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam pengkajian  utama yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 3 faktor yaitu (1) konsentrasi Sumber N (b/v) sebanyak 2 taraf ( 5 %, 10 %) (2)  Sumber N sebanyak 3 taraf ( Ekstrak Kacang Hijau, Ekstrak Kecambah(kacang hijau), Ekstrak Kacang Kedelai) (3) Lama inkubasi nata sebanyak 3 taraf ( 5 hari, 7 hari , 9 hari) ulangan dilakukan sebanyak 3 kali. Adapun parameter pengamatan meliputi : berat massa nata, ketebalan nata, serat nata, karakteristik fisik nata yaitu; warna, tekstur, aroma. Nata yang dihasilkan dengan penilaian kuantitatif dan kualitatif.

Penggunaan ekstrak kecambah dengan konsentrasi 10% menghasilkan nata de soya dengan sifat fisik yang sama dengan penggunaan Za. Lama inkubasi mempengaruhi berat massa nata de soya yang dihasilkan, pada inkubasi 7 hari rendemen yang dihasilkan 70%. Namun makin lama waktu inkubasi nata yang sudah terbentuk mudah terkontaminasi. Sifat alot nata de soya dapat dikurangi dengan cara perebusan nata menggunakan larutan gula dengan konsentrasi 20%.