JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pemanfaatan Ampas Tahu sebagai Bahan Pakan Ternak di DKI Jakarta

Ampas tahu berasal dari limbah padat industri tahu merupakan salah satu limbah yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali dalam bidang peternakan. Meskipun penelitian tentang ampas tahu sudah banyak dilakukan, namun masih diperlukan adanya teknologi pemanfaatan ampas tahu menjadi produk pakan ternak untuk mendukung kegiatan peternakan di perkotaan. Salah satunya adalah teknologi pemanfaatanampas tahu sebagai bahan pakan ternak.

Pengelolaan ampas tahu secara terpadu untuk kegiatan peternakan akan mendukung keberhasilan kegiatan bioindustri di Jakarta.Kegiatan ini bertujuan mengkaji formulasi pakan ternak berbahan baku ampas tahu dan bahan lainnya untuk pakan kelinci. Keluaran yang diharapkan adalah diperolehnya formulasi pakan ternak berbahan baku ampas tahu dan bahan lainnya untuk pakan kelinci. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Kelima perlakuan pakan ini dicobakan pemberiannya pada ternak kelinci jantan muda sebanyak 20 ekor umur 2 bulan. Untuk pemberian pada ternak kelinci dilakukan disesuaikan dengan perlakuan pemberian pakan yaitu formulasi pakan A, pakan B, pakan C, pakan D dan pakan E. Ternak kelinci ditempatkan pada kandang individu dan diberikan pakan sesuai perlakuan setiap hari. Air minum disediakan setiap saat sehingga kelinci dapat minum sepuasnya (ad libitum). 

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa formulasi pakan terdiri dari ampas tahu sebanyak 35%, dedak padi 30%, jagung giling 12%, bungkil kedelai 8%, onggok 10% dan mineral premix 5% memberikan respon yang terbaik terhadap performans kelinci berdasarkan parameter yang diukur yaitu rataan konsumsi pakan 103,8 g/ekor, rataan pertambahan bobot badan harian 23,6 g/ekor/hari dan nilai konversi pakan 4,40.