JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Adaptasi Beberapa Varietas bawang Merah Di DKI Jakarta

Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Banyak sekali manfaat dari bawang merah, antara lain:   sebagai campuran bumbu masak,  ekstrak bawang merah, bubuk, minyak atsiri, bawang goreng,  bahan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, gula darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah. Selain itu bawang merah juga merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dan cukup penting untuk dikembangkan di Indonesia.

Masalah yang sering dihadapi oleh  petani bawang merah adalah adanya fluktuasi harga yang cukup tinggi, karena  pada waktu tertentu produksinya  berlimpah sehingga harga bawang merah menjadi sangat rendah, sebaliknya pada saat tertentu produksinya berkurang menyebabkan kenaikan harga mencapai 100 – 200% dari harga standart yang sebelumnya, sehingga di luar jangkauan daya beli masyarakat lapisan bawah. Untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan produksi di perkotaaan  maka salah  satu cara untuk  memenuhi kebutuhan  bawang merah dilakukan dengan penanaman di pot/polibag  pada skala rumah tangga.  Dengan kondisi  keterbatasan lahan, tetapi tetap diperlukan usaha untuk memenuhi rumah tangga  dengan dilakukan pengembangan  budidaya bawang merah di wilayah  DKI  Jakarta.  

Selama ini kegiatan budidaya bawang merah  telah dilakukan di wilayah DKI Jakarta  pada skala rumah tangga.  Salah satu kendala yang dihadapi oleh masyarakat  adalah ketersediaan benih bawang merah.  Karena selama ini benih diperoleh dengan sangat terbatas baik jumlah maupun jenisnya.  Untuk mengantisipasi kebutuhan benih, maka diperlukan  kegiatan kajian  terhadap  beberapa varietas bawang merah yang berasal dari biji (TSS) maupun dari umbi. Kegiatan kajian dilaksanakan di wilayah Jakarta Timur dan wilayah Jakarta utara. Dari  hasil kajian, menunjukkan bahwa pada bawang merah (dari umbi) pada varietas Bima, pada minggu ke 2 sampai minggu ke 7  memberikan tinggi tanaman yang lebih tinggi dibandingkan pada ke 4 varietas yang lain.  Tetapi pada minggu ke 8 akan terjadi peningkatan tinggi tanaman yang sama baik pada varietas Mentes dan Pikatan. Untuk data panen, diwilayah Jakarta Timur, jumlah umbi terbanyak diperoleh pada varietas Mentes (14,8), berat/umbi tertinggi diperoleh pada varietas Trisulla (7,1 gr).  Sedangkan berat umbi/polybag tertinggi diperoleh pada varietas mentes (99,2 gr). Untuk  data panen di wilayah Jakarta Utara jumlah umbi terbanyak, berat/umbi dan berat umbi/polybag  diperoleh pada varietas Pikatan, yaitu 11,4. Berat/umbi tertinggi di wilayah  Jakarta Timur adalah 7,1 gr, sedangkan di wilayah Jakarta Utara adalah varietas Pikatan (5,6 gr).

Sedangkan dari hasil kajian, dengan menggunakan  biji (TSS), secara umum menunjukkan bahwa tinggi tanaman  pada ke tiga varietas TSS (Maserati, Trisulla dan Pancasona) memberikan data yang lebih tinggi dibandingkan dengan tinggi tanaman yang diperoleh dari wilayah Jakarta Utara. Terdapat kecenderungan bahwa tanaman bawang merah varietas pancasona baik di Jakarta Utara  maupun Jakarta Timur, menghasilkan tinggi tanaman yang lebih unggul dibandingkan 2 varietas yang lain.  Sedangkan  pada varietas Trisulla memberikan tinggi tanaman yang lebih pendek dibandingkan pada ke 2 varietas tersebut.   Untuk wilayah Jakarta  Timur, jumlah umbi teringgi diperoleh pada varietas Trisulla (2,55), berat/umbi diperoleh  varietas pancasona 29,45 dan berat/polibag varietas Pancasona 55,96 gr.  Sedangkan untuk wilayah Jakarta Utara, jumlah umbi terbanyak dan berat umbi/polibag diperoleh pada varietas  Pancasona, masing – masing  2,5 umbi dan 24,88 gr. Sedangkan berat/umbi diperoleh pada varietas  Maserati (19,90 gr).