JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pemanfaatan Limbah Pasar sebagai Pakan Sapi Potong di DKI Jakarta

Limbah pasar yang sebagian besar terdiri dari limbah sayur sangat potensial untuk menjadi bahan pakan ternak namun terkendala dengan kondisinya yang mudah menjadi busuk dan tidak bisa disimpan lama. Sehubungan dengan itu, sebelum dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, terlebih dahulu lebih baik dibuat menjadi silase. untuk itu, BPTP Jakarta telah melakukan kegiatan pengkajian yang bertujuan untuk mengetahui teknologi pembuatan pakan yang murah berbahan limbah pasar dan menyusun formulasi pakan sapi potong yang tepat dengan menggunakan bahan silase limbah pasar di wilayah DKI Jakarta. Pengkajian terbagi dalam dua tahap yaitu proses pembuatan silase dari limbah sayuran dengan beberapa perlakuan yang dilaksanakan di laboratorium BPTP DKI Jakarta dan penerapan metode yang memberikan kualitas silase yang terbaik ditingkat petani kooperator yang tergabung dalam Gapoktan Usaha Terpadu.

Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 macam perlakuan yaitu P1 (60% campuran limbah sayur + 20% onggok + 20% dedak), P2 (60% campuran limbah sayur + 20% onggok + 20% konsentrat), P3 (60% campuran limbah sayur + 20% tepung singkong + 20% dedak) dan P4 (60% campuran limbah sayur + 20% tepung singkong + 20% konsentrat).

Hasil yang diperoleh bahwa kadar air silase yang mendekati dengan kondisi awal terdapat pada P1 dan P3,  kadar protein pada P1 (16,32%) tidak berbeda dengan perlakuan P3 (16,38%) tetapi berbeda nyata dengan perlakuan P2 (5,92%) dan P4 (5,48%), berat susut  pada P1 (456 gr)  tidak berbeda dengan P3 (445 gr) tetapi berbeda nyata dengan P2 (299 gr) dan P4 (308 gr), pH silase pada perlakuan P1 (3,80) tidak berbeda dengan perlakuan P3 (4,10) tetapi berbeda nyata dengan perlakuan P2 (5,00) dan P4 (5,00) dan kualitas yang paling bagus terdapat pada P1 dan P2, dimana skornya hampir mencapai 100 (sekitar 90) yang ditandai dengan wangi yang seperti bau tape, berwarna hijau kekuningan, teksturnya empuk dan kering dengan lama penyimpanan dapat mencapai 1,5 bulan. Penerapan pembuatan silase di tingkat petani memberikan hasil bahwa silase limbah pasar yang dibuat telah dicobakan untuk dikonsumsi oleh ternak, ternyata ternak kambing dan sapi potong suka mengkonsumsi silase tersebut.  sehingga peternak sangat antusias untuk terus membuat silase karena dapat mengatasi kelangkaan hijauan utamanya pada musim kemarau.