JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Media Tanam dan Pupuk Alternatif Anggrek Dendrobium

Produktivitas anggrek nasional hingga saat ini masih tergolong rendah.  Banyak faktor yang menjadi penyebabnya, diantaranya ialah faktor media tanam dan pemupukan.  Sejalan dengan waktu, tingkat ketersediaan media tanam dan pupuk semakin terbatas dan mahal harganya.  Oleh sebab itu suatu terobosan baru diperlukan dalam mencari jenis media dan pupuk alternatif yang memiliki kualitas baik, tersedia sepanjang waktu, berharga murah, serta mampu meningkatkan produktivitas anggrek pada skala lapang.

Pengkajian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan limbah pertanian yakni limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai media tanam serta limbah ikan sebagai pupuk yang dapat menggantikan 100% media dan pupuk anggrek Dendrobium eksisting petani.  Pengkajian terdiri atas tiga tahapan kegiatan, yakni pengkajian pembuatan media, pembuatan pupuk, dan pengkajian pemanfaatan media serta pupuk pada anggrek Dendrobium fase seedling dan blooming.  Peubah yang diamati meliputi: (1) kualitas media dan pupuk yang dikembangkan, baik secara fisik, kimia, maupun biologi;  dan (2) peubah pertumbuhan dan hasil tanaman.

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa (1) perlakuan perendaman menggunakan air menurunkan kandungan tanin hingga 47,6%, sedangkan pengomposan dan perendaman menggunakan KOH 2M tidak efektif mengurangi jumlah tanin dalam limbah tandan kosong kelapa sawit; (2) kandungan N, P, K, dan Fe berkurang pada setiap perlakuan penghilangan tanin, kecuali jumlah K yang meningkat pada perlakuan perendaman menggunakan KOH 2 M.  Kandungan Mn dan Cu berkurang pada perlakuan perendaman air, sedangkan kandungan C, Ca, Mg, Zn, dan B tidak berpengaruh dengan adanya perlakuan penghilangan tanin; (3) pembentukan media dalam bentuk jalinan tidak mempengaruhi komposisi/karakteristik kimia limbah tandan kosong sawit.  Pembentukan dalam bentuk briket menurunkan jumlah Karbon dan Boron, serta cenderung meningkatkan pH dan KTK bahan; (4) sistem fermentasi limbah ikan tidak berpengaruh terhadap karakteristik hasil fermentasi, sedangkan jumlah sumber karbon berpengaruh terhadap karakteristik kimia, fisik, dan biologi hasil fermentasi.  Terdapat kecenderungan penurunan nilai pH, penurunan kandungan N-NH4, P2O5, K2O, Ca, Mg, Zn, dan Fe, serta peningkatan kandungan karbon sejalan peningkatan jumlah sumber karbon.  Terdapat peningkatan bau khas fermentasi sejalan peningkatan sumber karbon; (5) peubah pertumbuhan dan hasil pada perlakuan pupuk hasil fermentasi limbah ikan tidak berbeda nyata dengan pupuk sejenis (Merk: Sampi), namun secara umum lebih rendah dibandingkan Growmore; dan (6) respon pertumbuhan dan hasil (jumlah dan ukuran anakan, jumlah dan ukuran daun; jumlah dan panjang tangkai bunga serta jumlah kuntum) terhadap media briket limbah tandan kosong kelapa sawit, baik pada fase seedling maupun blooming, lebih rendah dibandingkan arang kayu.