JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jalejo

“Pernahkah mendengar istilah Jalejo?” Jalejo adalah singkatan dari Jagung, Kedelai dan Kacang ijo. Jalejo merupakan tepung komposit dari tiga jenis bahan pangan, yaitu jagung, kedelai dan kacang hijau. Pemda DKI Jakarta melalui Dinas dan Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan telah mulai memperkenalkan tepung jalejo sebagai bahan baku untuk membuat berbagai makanan. Kandungan gizi tepung jalejo per 100 gr, yaitu protein 18.9 gr, kalsium 94 mg, zat besi 4.9 mg, kalori 397 kalori, vitamin A 322 SI dan Vitamin B1 0.62 mg (Dinas Pertanian, 2008).

Tepung jalejo mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan makanan bayi dengan mencampur ke dalam bubur susu (MPASI), selain itu tepung jalejo juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai macam makanan olahan. Pemanfaatan tepung jalejo dapat digunakan bersamaan dengan tepung-tepungan lain, diantaranya tepung terigu, oleh karena itu tepung jalejo dapat mensubstitusi tepung terigu. Selain itu penggunaan tepung jalejo sangat baik bagi penderita autis karena tidak mengandung terigu.

BPTP Jakarta telah melakukan kajian penggunaan tepung Jalejo terhadap produk makanan yang di bakar, goreng dan kukus. Makanan tersebut dalam bentuk cake, donat dan bolu kukus. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa tepung jalejo dapat menggantikan penggunaan terigu pada jenis olahan tersebut sebesar 30-60 persen dengan tingkat kesukaan yang masih diterima oleh konsumen. Tepung jalejo juga dapat memberikan warna yang lebih cerah pada makanan yang dihasilkan karena adanya warna kuning dari tepung jagung, disamping itu karena bahan baku jalejo mengandung kadar gula sehingga dapat mengurangi penggunaan gula pada produk olahan.

Seperti halnya dengan penggunaan tepung ubi jalar, dengan adanya hasil kajian ini banyak kelompok tani olahan yang mau mencoba menggunakan tepung jalejo untuk dibuat berbagai macam olahan. Untuk itu, BPTP Jakarta selalu melakukan pendampingan kelompok di lima wilayah Jakarta. Hal ini sangat mendapat respon positif dari pemda DKI Jakarta sehingga di setiap kegiatan yang berhubungan dengan hasil olahan pascapanen, BPTP Jakarta selalu dilibatkan untuk memberikan materi pelatihan yang berkaitan dengan olahan berbahan baku tepung jalejo.