JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pasca Panen Sayuran untuk Memperpanjang Masa Simpan Melalui Pengeringan, Pencelupan dan Penggunaan Kemasan

DKI Jakarta merupakan pusat perdagangan berbagai jenis produk hortikultura termasuk sayuran yang datang dari berbagai daerah produsen di Indonesia. Penyimpanan dingin diperlukan untuk komoditas sayuran yang mudah rusak, seperti pok choy. Penyimpanan dingin bertujuan untuk mengurangi respirasi, memperlambat proses penuaan, memperlambat pelayuan, mengurangi tingkat kerusakan akibat aktivitas mikroba dan mengurangi kemugkinan pertumbuhan tunas atau akar, sedangkan teknologi pengeringan sayuran dilakukan agar sayuran dapat disimpan dalam bentuk yang lain, selain itu sayuran menjadi lebih mudah dalam penyimpanan dan mempunyai umur simpan yang relatif lebih panjang. Penanganan pascapanen sayuran di DKI Jakarta pada umumnya belum dilakukan dengan baik, oleh karena itu kajian ini perlu dilakukan.

Pengkajian ini dilakukan di BPTP Jakarta dengan melibatkan kelompok Kelompok Tani Jati Songo yang beralamat di RW 09, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur. Kajian pencelupan pokcoy dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 2 (dua) faktor, faktor pertama adalah perlakuan crisping (perendaman dengan air hangat) dengan 3 taraf, yaitu T1 = suhu air perendaman 55 0C, T2 = suhu air perendaman 450C, dan T3 = suhu air perendaman 350C. Faktor kedua adalah tempat penyimpanan, yaitu P1 = refrigerator, P2 = show case dan P3 = Kotak sterofoam yang sudah diisi dengan pecahan es batu.

Parameter pengamatan yang dilakukan adalah perubahan bobot dan perubahan organoleptik. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Kajian pengeringan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap factorial dengan 2 (dua) faktor perlakuan dan 4 (empat) kali ulangan. Faktor yang dikaji adalah Pre treatment dengan dua taraf perlakuan, yaitu (1) Blancing dan (2) Tidak Blancing dan faktor ke 2 adalah perendaman dengan 3 (tiga) taraf perlakuan, dengan mengunakan bahan perendam yang berbeda, yaitu (1) Air biasa, (2) Natrium Metabisulfit (3 g/l) dan (3) Air garam (2 g/l). Parameter pengamatan meliputi fisik dan kimia. Parameter fisik meliputi rendemen, waktu rehidrasi dan warna, sedangkan parameter kimia yang diuji adalah komposisi nutrisi meliputi analisis proksimat dan vitamin C.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pokcoy dengan perlakuan perendaman dengan air suhu 350 C dan disimpan pada refrigerator dapat dipertahankan kesegarannya hingga 4 hari. Pengeringan sayuran lobak terbaik adalah lobak yang dikeringkan tanpa dilakukan blancing terlebih dahulu yang direndam dengan menggunakan air garam. Jenis kemasan alumunium foil dan plastik Polypropilen dapat digunakan untuk kemasan sayuran lobak kering dan dapat dipertahankan mutunya hingga 56 minggu.