JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pupuk Organik Pengganti Pupuk Kimia pada Hidroponik Tomat, Selada, Sawi, Bayam dan Kangkung

Budidaya sayuran sistem hidroponik organik merupakan salah satu terobosan yang dapat ditempuh guna meningkatkan kuantitas dan kualitas serta daya saing produk sayuran yang dihasilkan petani di DKI Jakarta. Sistem hidroponik diharapkan dapat mengatasi keterbatasan lahan pertanian yang ada, sedangkan sistem budidaya organik dipercaya dapat meningkatkan daya saing produk sayuran yang dihasilkan. Guna mendukung wacana tersebut, BPTP Jakarta mengkaji jenis nutrisi organik yang dapat mendukung sistem hidroponik organik tersebut.

BPTP Jakarta mengkaji kemampuan pupuk organik dalam menggantikan nutrisi kimia hingga seratus persen dalam sistem hidroponik tomat, sawi, selada, bayam, dan kangkung. Model hidroponik yang digunakan adalah sistem kultur media menggunakan sekam dan pelet campuran bahan organik dan mineral (3:1). Pemberian nutrisi dilakukan secara terus menerus menggunakan sistem gravitasi. Jenis nutrisi yang diuji adalah nutrisi organik hasil fermentasi bahan organik kaya hara.

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan dan hasil yang dicapai pada perlakuan nutrisi organik lebih rendah dibandingkan AB-mix, namun lebih tinggi dibandingkan HB-101. Hasil sawi, selada, bayam, kangkung, dan tomat pada perlakuan nutrisi organik berturut-turut sebesar 59,9%; 87,8%; 49,1%; 26,7%; dan 91,7% dari hasil yang diperoleh pada perlakuan AB-mix dan berturut-turut sebesar 136,8%; 132,7%; 111,6%; 108,6%, dan 126,4% dibandingkan HB-101.