JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Benih

Temulawak mempunyai khasiat yang banyak untuk kesehatan, antara lain dapat menambah nafsu makan. Namun pengolahan temulawak masih sangat terbatas. BPTP Jakarta mengembangkan alternatif produk olahan biofarmaka yang baru dalam hal ini, pengolahan temulawak menjadi soft candy dan marshmallow menjadi kudapan fungsional yang mudah dan murah dilakukan, sekaligus disukai anak-anak.

Berdasarkan hasil uji hedonik terhadap warna, aroma, tekstur, rasa dan penerimaan secara umum. Formula marshmallow dan soft candy yang lebih dapat diterima oleh anak-anak adalah marshmallow dengan konsentrasi temulawak 0.5% dan soft candy adalah konsentrasi temulawak 1%.

 


Kesadaran masyarakat akan konsumsi produk-produk pertanian yang aman dari residu pestisida, bahan kimia, serta kelestarian lingkungan juga telah menyadarkan masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman secara ramah lingkungan di lahan pekarangan. Permasalahan keterbatasan lahan merupakan salah satu faktor utama yang telah menumbuhkan minat masyarakat untuk    memanfaatkan teknologi vertikultur di pekarangan. Teknologi wall gardening merupakan salah satu teknologi vertikultur yang memanfaatkan ruang dinding.

BPTP Jakarta  telah mengambangkan teknologi wall gardening tanaman sayuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi wall gardening sawi, selada, bayam dan kangkung dengan media tanam kompos daun bambu, cocopeat dan sekam serta pemupukan dengan menggunakan pupuk organik direkomendasikan untuk dikembangkan, khususnya dalam budidaya sayuran di perkotaan.

Ayam buras merupakan salah satu komoditas unggulan untuk memenuhi kebutuhan protein bagi masyarakat. Pemeliharaannya mudah dan dapat dibudidayakan di lahan sempit.

Pada umumnya sistem pemeliharaan ayam buras di DKI Jakarta dilakukan secara intensif dengan dikandangkan secara terus-menerus. Sistem pemeliharaan ini akan meningaktkan resiko terjadinya wabah penyakit bila sanitasi lingkungan kurang baik dan tidak ada upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam buras tersebut. Tanaman obat tradisional Indonesia sangat potensial digunakan sebagaibahan pakan tambahan (feed suplement).  Untuk memudahkan penggunaannnya, tanaman obat tersebut diramu menjadi jamu yang dapat dicampurkan pada air minum ayam buras.
Penggunaan jamu ayam buras ini tidak memerlukan persyaratan spesifik  sehingga mudah diterapkan dan jamu dapat dibuat sendiri atau dilakukan bersama dengan kelompoktaninya.

Keunggulan pemberian jamu pada ayam buras dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mengurangi resiko kematian karena serangan penyakit. Keunggulan lain adalah meningkatnya bobot badan serta performance (warna dan aroma) yang lebih baik. Cara pemberiannya mudah, hanya dicampurkan ke dalam air minum.

Komposisi jamu ayam buras terdiri dari 1 kg kencur, 1 kg bawang putih, 0,5 kg jahe, 0,5 kg lengkuas, 0,5 kg kunyit, 0,5 kg temulawak, 0,25 kg daun sirih dan 0,5 kg kulit kayu manis. Semua bahan tersebut dihancurkan/diblender kemudian disaring dan disimpan dalam drum plastik berukuran 50 liter, ditambah molasses/tetes tebu dan larutan probiotik (M-Bio) masing-masing sebanyak 1 liter, lalu diencerkan dengan air bersih sampai campuran tersebut berjumlah 40 liter. Kemudian drum ditutup rapat dan difermentasi selama 6 hari, namun tutup drum selalu dibuka setiap hari selama lebih kurang 5 menit untuk mengaduk bahan yang sedang difermentasikan.  Setelah proses fermentasi selama 6 hari, jamu tersebut siap digunakan.
Jamu diberikan pada ayam dengan cara dicampur dengan air minum. Dosis pemberian sebanyak 90 ml/L air minum dan diberikan setiap 7 hari sekali. Walaupun sudah diberi jamu, program vaksinasi tetap dilakukan.

Hasilnya menunjukkan peningkatan bobot badan lebih baik (karkas ayam tertinggi yaitu 68,8%), tingkat kematian lebih rendah (morbiditas 0-2 % vs kontrol 8.7 %), jumlah ayam sakit lebih sedikit, penampakan/bentuk serta warna dan aroma karkasnya lebih disukai konsumen, biaya pemeliharaan lebih murah, serta mempunyai nilai jual lebih tinggi sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar kepada peternak. Disamping itu pemberian jamu pada ayam buras dapat mengurangi bau kotoran, sehingga mengurangi pencemaran bau di  lingkungan sekitarnya.

Budidaya sayuran sistem hidroponik organik merupakan salah satu terobosan yang dapat ditempuh guna meningkatkan kuantitas dan kualitas serta daya saing produk sayuran yang dihasilkan petani di DKI Jakarta. Sistem hidroponik diharapkan dapat mengatasi keterbatasan lahan pertanian yang ada, sedangkan sistem budidaya organik dipercaya dapat meningkatkan daya saing produk sayuran yang dihasilkan. Guna mendukung wacana tersebut, BPTP Jakarta mengkaji jenis nutrisi organik yang dapat mendukung sistem hidroponik organik tersebut.

BPTP Jakarta mengkaji kemampuan pupuk organik dalam menggantikan nutrisi kimia hingga seratus persen dalam sistem hidroponik tomat, sawi, selada, bayam, dan kangkung. Model hidroponik yang digunakan adalah sistem kultur media menggunakan sekam dan pelet campuran bahan organik dan mineral (3:1). Pemberian nutrisi dilakukan secara terus menerus menggunakan sistem gravitasi. Jenis nutrisi yang diuji adalah nutrisi organik hasil fermentasi bahan organik kaya hara.

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan dan hasil yang dicapai pada perlakuan nutrisi organik lebih rendah dibandingkan AB-mix, namun lebih tinggi dibandingkan HB-101. Hasil sawi, selada, bayam, kangkung, dan tomat pada perlakuan nutrisi organik berturut-turut sebesar 59,9%; 87,8%; 49,1%; 26,7%; dan 91,7% dari hasil yang diperoleh pada perlakuan AB-mix dan berturut-turut sebesar 136,8%; 132,7%; 111,6%; 108,6%, dan 126,4% dibandingkan HB-101.

Program Prima Tani pada Agroekosistem Lahan Sawah di Kelurahan Rorotan Jakarta Utara telah berjalan pada tahun ke-3. Berbagai kegiatan untuk merealisasikan program tersebut telah dilakukan, mulai dari sosialisasi program di berbagai tingkatan sampai kepada penerapan inovasi teknologi pada lahan usahatani yang menjadi laboratorium agribisnis. Pada tahun ke-3 ini juga dilakukan penyebaran penerapan inovasi teknologi maupun kelembagaan ke wilayah lain sekitar lokasi kegiatan Prima Tani.

Sesuai dengan Roadmap dan Rancang Bangun yang telah disusun, maka pada tahun anggaran 2007/2008 pelaksanaan kegiatan ditekankan kepada penerapan inovasi teknologi pertanian dan inovasi kelembagaan pertanian dan mencoba untuk menumbuhkembangkan kelembagaan yang memang diperlukan dalam membangun laboratorium agribisnis di tingkat Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara.

Beberapa inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan oleh para petani di Rorotan pada program Prima Tani antara lain inovasi teknologi PTT pada padi sawah, pola integrasi padi-itik MA/tiktok, inovasi teknologi penangkaran benih padi di tingkat petani, teknologi pengomposan berbahan baku jerami dan teknologi penangkaran itik/tiktok.  Inovasi kelembagaan yang telah dikembangkan di lokasi laboratorium agribisnis antara lain adalah inovasi kelembagaan penyuluhan pertanian, dan kelembagaan kelompok tani/Gapoktan yang didalamnya telah tercakup kelembagaan pengairan, kelembagaan penyediaan sarana produksi, kelembagaan UPJA (usaha penyedia jasa Alsintan), serta kelembagaan pemasaran.

Pelaksanaan demplot inovasi teknologi PTT mengintroduksikan beberapa komponen teknologi yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Komponen PTT yang diterapkan adalah penggunaan benih padi VUTB Ciherang dengan kelas benih sebar, penerapan sistem tanam jajar legowo 4:1 dan 2:1, penerapan Trap Barrier System (TBS) dan Linier Barier System (LBS) untuk pengendalian hama tikus serta penerapan parasitoid trichogramma untuk mencegah terjadinya serangan hama penggerek batang. Pada pelaksanaan demplot pola integrasi padi-itik MA/tiktok  menggunakan padi varietas Ciherang dengan pola tanam jajar legowo 2:1. Pelaksanaan demplot penangkaran benih padi menggunakan kelas benih Foundation Seed (FS) dengan varietas Ciherang. Untuk memproduksi benih sesuai dengan standar prosedur maka dilakukan kerjasama dengan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Hasil Pertanian Hasil Hutan (BPMSHPHH) sebagai lembaga yang akan mengeluarkan sertifikat lulus benih. Pemasaran benih hasil penangkaran petani dilakukan melalui kios dan melalui Gapoktan dengan harga Rp 4.250/kg. Sedangkan pada penangkaran itik diterapkan sistem inseminasi buatan (IB).

Inovasi teknologi lahan sawah yang diterapkan pada kegiatan Prima Tani Jakarta Utara akan direplikasikan ke wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Pengembangan ke kedua wilayah tersebut didasarkan kesamaan agroekosistem dan adanya permintaan dari petani dan penyuluh dari suku dinas setempat. Teknologi yang akan diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan lokasi. Diusulkan untuk pengembangan inovasi teknologi yang meliputi PTT padi sawah, penangkaran benih padi, pembuatan kompos dari bahan jerami padi dan teknologi sistem integrasi tiktok dengan padi sawah.