JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian untuk Peningkatan Indeks Pertanaman Padi

BPTP Jakarta pada tahun 2018 terlibat aktif dalam Program Strategis Kementerian pertanian berupa “Penerapan Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Indeks Pertanaman”. Hal tersebut dilakukan dalam rangka turut mewujudkan target peningkatan produksi pangan (padi, jagung, dan kedelai) guna mencapai swasembada. Target utama kegiatan ini adalah memperoleh atau menunjukkan model paket inovasi teknologi pertanian untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) lahan sawah di DKI Jakarta, dari 1-2 kali menjadi 2-3 kali setahun, serta peningkatan produktivitas padi dari 5-6 t/ha menjadi lebih dari 6 t/ha.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya terdapat tiga hal utama dalam kegiatan tersebut, yaitu: melakukan identifikasi dan menginventarisasi potensi sumber daya air, luas layanan pemanfaatan lahan untuk rekomendasi pembangunan infrastruktur dan tata kelola air, melakukan pengkajian penerapan inovasi teknologi untuk peningkatan Indeks Pertanaman, dan meningkatkan peran Tim Gugus Tugas Katam dalam verifikasi sistem informasi (SI) Katam terpadu serta memperoleh umpan baliknya. Rekomendasi yang dihasilkan merupakan satu kesatuan model yang didasarkan pada tiga komponen pokok kegiatan tersebut. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan petugas lapangan dan petani, serta instansi-instansi terkait seperti Bappeda dan Dinas PU. 

Data pengamatan dari kegiatan identifikasi dan inventarisasi potensi sumber daya air meliputi hasil identifikasi lokasi, kondisi eksisting, dan rekomendasi tata kelola. Data pengamatan dari kegiatan penerapan inovasi teknologi untuk peningkatan Indeks Pertanaman meliputi data primer dan sekunder terhadap karakteristik lahan dan sumber air, data alsintan, serta pola tanam per tahun. Data pengamatan dari kegiatan verifikasi Katam meliputi kondisi luas baku sawah, waktu tanam, luas realisasi tanam, varietas yang digunakan, jenis pupuk dan dosisnya, serta kemungknan terjadinya ancaman banjir, kekeringan, dan serangan OPT.

Data hasil pengamatan diolah menggunakan analisis deskriptif dan analisis kelayakan ekonomis teknologi yang diujikan didasarkan pada rasio R/C. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menghitung kelayakan finansial usahatani menggunakan partial budget analysis dengan parameter R/C (Revenue Cost Ratio). Persepsi petani terhadap teknologi budidaya tanaman pada lahan sawah/kering/rawa (lahan tergenang) di DKI Jakarta dianalisis menggunakan analisis  rataan skor. Hasil kegiatan identifikasi dan inventarisasi potensi sumber daya air menunjukkan bahwa secara umum sistem irigasi yang dipergunakan oleh petani padi di Jakarta merupakan irigasi yang bukan diperuntukkan khusus untuk pengembangan budi daya komoditas padi tetapi lebih kepada pemanfaatan saluran air pemukiman yang dikelola sebagai sarana pengairan komoditas padi yang dikembangkan di lahan-lahan tidur.

Dengan demikian salah satu permasalahan yang ada adalah terkait kualitas dan tata kelola sumber air. Hasil kegiatan pembuatan demonstrasi plot (demplot) teknologi peningkatan IP padi melalui penerapan paket teknologi budidaya padi berupa Jarwo Super menunjukkan terdapat peningkatan indeks penanaman sebesar 0.3-0.8 untuk wilayah Jakarta Barat dan juga peningkatan produktivitas yang seumula berkisar 5 t/ha menjadi lebih dari 7 t/ha. Berdasarkan analisis R/C diketahui bahwa secara umum penerapan paket teknologi budi daya Jarwo Super meningkatkan nilai dari 1,28 menjadi 1.85. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teknologi budi daya yang diperkenalkan dapat meningkatkan efisiensi usahatani per musim tanam dan meningkatkan pendapatan petani per tahun. Sedangkan kegiatan peningkatan peran Tim Gugus Tugas Katam dalam verifikasi SI Katam Terpadu adalah berupa database kondisi riil di lapangan.