JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pemanfaatan Limbah Sayur dan Limbah RPA Sebagai Bahan Pakan Ternak di DKI Jakarta

Salah satu permasalahan dalam pengelolaan RPA adalah limbah padat yang berupa ayam mati (ayam tiren), limbah bulu, limbah jeroan, serta limbah padat lainnya. Beberapa metode yang sering digunakan untuk mengatasi limbah ayam mati ini maupun limbah padat lainnya antara lain dengan pembakaran/insinerasi, disposal di lahan/penguburan dan pengomposan. Sedangkan metode yang belum banyak diketahui dan dilakukan orang yaitu fermentasi dengan menggunakan asam laktat. Metode fermentasi ayam mati maupun limbah padat lainnya dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana dan tidak memerlukan waktu yang lama.

Proses fermentasi dapat selesai dalam waktu dua minggu, dan produk dapat tahan hingga berbulan-bulan, setidaknya hingga delapan bulan sebelum digunakan atau diolah menjadi bahan pakan. Fermentasi asamlakatat ini dapat menjadi solusi pengolahan limbah padat RPA/RPU terutama bangkai ayam mati (ayam tiren) menjadi bahan pakan bernilai tambah tinggi. Berdasarkan hasil kajian BPTP Jakarta formulasi fermentasi ayam mati yang paling baik adalah: ayam mati + molases 20% + tepung jagung 20% + Lactobacillus sp. dengan lama  fermentasi 3 minggu, menghasilkan tepung dengan kadar protein 18,71%, lemak 34,39%, dan energi 2315 kkal/kg.


.