JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Proses Penanganan dan Pengolahan Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Pangan Fungsional

Kelor tidak hanya kaya akan nutrisi akan tetapi juga memiliki sifat fungsional karena tanaman ini mempunyai khasiat dan manfaat buat kesehatan manusia.Sebagai fortifikan untuk mencukupi nutrisi pada berbagai produk pangan perlu dilakukan kajian teknologi proses produksi sehingga diperoleh formulasi yang tepat dengan nilai nutrisi yang baik dan dapat diterima konsumen baik dari segi fisik maupun tingkat kesukaan.

BPTP Jakarta telah melakukan kajian teknologi proses penanganan dan pengolahan kelor untuk mengetahui teknologi apa yang cocok untuk penanganan segar daun kelor, mengkaji proses pembuatan tepung kelor, mengkaji formulasi produk olahan dengan fortifikasi tepung kelor, dan Mengkaji persepsi konsumen terhadap produk olahan berbahan baku tepung kelor.

Berdasarkan hasil penelitian penanganan kelor segar menunjukkan bahwa plastik stretch film dapat mempertahankan kesegaran daun kelor selama 4 hari pada suhu dingin dan 2 hari pada suhu ruang. Pembuatan tepung kelor melalui proses pengeringan dengan suhu 470-50 0C selama 5 jam dapat menghasilkan kadar air 7-8% dengan warna yang tetap hijau. Hasil kajian pengeringan tepung kelor dilanjutkan dengan kegiatan aplikasi tepung kelor terhadap produk olahan, yaitu es krim. Hasil menunjukkan Aplikasi tepung kelor terhadap es krim menunjukkan hasil uji preferensi konsumen yang sama terhadap warna, aroma dan tekstur kecuali rasa. Konsentrasi tepung kelor 1%, krimer 5%, gula 15%, CMC 0,5% dan susu cair 78,5% merupakan formula yang disukai konsumen. Aroma kelor dan rasa kelor mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap es krim kelor.  

Sumber: Laporan Akhir tahun 2017
Penulis: Syarifah Aminah; MuflihaniYanis; Waryat; Yossi Handayani; Budyantoro; Nurmalinda; David P. Ginting; P.B. Arin