JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pembinaan dan Pendewasaan Kelembagaan Kredit Agribisnis Usaha Mikro Mandiri (KAUM Mandiri) (2006)

Kegiatan pembinaan dan pendewasaan kelompok ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang telah dimulai pertama kali pada tahun 2004, dan dilakukan sehubungan dengan telah berhasilnya diperoleh dana kredit Bantuan Pinjaman Langsung Masyarakat (BPLM) pada akhir tahun 2005 yang telah dibagikan kepada anggota kelompok pada awal tahun 2006 ini. Peternak peserta kegiatan ini terdiri dari 10 orang dari kelompok ternak Teguh Karya, Jakarta Utara, 6 orang dari kelompok ternak Pelopor, Jakarta Timur dan 4 orang dari kelompok Ternak Sumber Rejeki, yang juga dari Jakarta Timur.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan agar kelembagaan KAUM-Mandiri dapat berjalan secara berkesinambungan, yaitu melalui: penetapan tenaga pendamping dan fasilitator, pemantapan aturan main kegiatan permodalan anggota, pemantapan sistem administrasi dan keuangan, dan penetapan anggota atau peserta baru yang dapat akses terhadap sumber permodalan. Sehubungan dengan menurunnya produksi ternak itik petelur yang dipelihara oleh peternak, maka pembayaran cicilan terhadap kredit yang diterima oleh peternak peserta kegiatan ini menjadi tidak lancar, sehingga jumlah dana yang telah terkumpul dari kedua kelompok peserta kegiatan sampai dengan akhir tahun ini adalah sebesar Rp 30.595.000. Selanjutnya, disebabkan karena tidak lancarnya pembayaran cicilan dari semua anggota kelompok, maka sampai dengan berakhirnya kegiatan ini belum dapat dibentuk kelompok kecil (KK) baru sebagai penerima perguliran pinjaman untuk tahap selanjutnya. Penetapan tenaga pembina dan pendamping di lapangan serta susunan organisasi yang tetap bagi kelembagaan KAUM-Mandiri juga mempunyai kendala, sehingga belum dapat dibentuk. Kendala utama adalah dalam hal penyediaan biaya untuk tenaga lapangan serta untuk keperluan lain pendukung kegiatan ini.

Agar pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi lebih sempurna pada masa datang maka disarankan agar kepastian tentang ketersediaan dana pinjaman haruslah lebih awal dapat diketahui, anggota kelompok sebagai peserta kegiatan harus dipersiapkan dengan baik, mekanisme pengembalian pinjaman termasuk agunan harus disempurnakan, dana pembinaan harus disediakan dan jika memungkinkan digunakan jasa konsultan dengan membentuk lembaga berupa Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang khusus menangani bidang agribisnis.