JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengemb. Lembaga Pembiayaan dlm Mendukung Kegiatan Agribisnis di Lahan Kering di Provi. DKI (2007)

Kegiatan pengkajian penumbuhan dan pengembangan lembaga pembiayaan dalam mendukung kegiatan agribisnis perkotaan ini merupakan pengkajian lanjutan yang mulai dilakukan BPTP Jakarta pada TA 2006. Pengkajian yang dilakukan pada TA 2007 ini merupakan pengkajian aksi (action research) yang ditujukan untuk mengkaji proses pendirian dan pengoperasian lembaga pembiayaan pertanian yang ditumbuhkan oleh kelompok tani tanaman hias di Kotamadya Jakarta Selatan yang telah menerima dana PMUK (Penguatan Modal Usaha Kelompok) dalam bentuk BPLM.

Populasi pengkajian ini adalah petani tanaman hias penerima BPLM di Kotamadya Jakarta Selatan di Kelurahan Lebak Bulus dan TAR. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus, yaitu seluruh anggota Kelompok Tani Dendrobium dan Anggrek Bulan di Taman Anggrek Ragunan (TAR), serta seluruh anggota Kelompok Tani Mekar Jaya I, Mekar Jaya II, Mekar Jaya III, dan Citra Mekar di Kelurahan Lebak Bulus.

Cakupan pengkajian aksi mengenai transformasi kelompok tani tanaman hias yang telah memperoleh BPLM menjadi LKM-A di Taman Anggrek Ragunan (TAR) dan di Kelurahan Lebak Bulus (Jakarta Selatan) adalah: 1) Koordinasi dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan dari penentu kebijakan institusi terkait mengenai pemberdayaan kelompok tani melalui wadah LKM-A, terutama di lingkup Dinas Pertanian dan Kehutanan Propinsi DKI Jakarta; 2) Survei untuk menggali persepsi anggota kelompok tani mengenai peran kelompok tani serta potensi pendirian dan pengembangan LKM-A dalam upaya mengembangkan bisnis tanaman hiasnya, dan selanjutnya hasil survei digunakan sebagai masukan dalam memfasilitasi proses adopsi inovasi kelembagaan LKM-A oleh kelompok tani di lokasi pengkajian; 3) Fasilitasi dan pendampingan dalam proses adopsi inovasi kelembagaan, yaitu transformasi kelompok tani menjadi LKM-A.

Hasil survei mendapatkan: a) Mayoitas petani (88,9%) menyatakan kelompok taninya mempunyai peran dalam pengembangan usahanya; b) Semua (100%) anggota kelompok tani menyatakan membutuhkan penambahan modal dari lembaga pembiayaan dalam upaya pengembangan usahanya; dan c) Hampir semua (100%) anggota kelompok tani menyatakan setuju untuk mendirikan dan mengembangkan LKM-A.

Mayoritas (86,6%) anggota kelompok tani di TAR mengharapkan sumber pembiayaan dari lembaga pembiayaan konvensional. Namun, sumber pembiayaan yang diharapkan dari lembaga pembiayaan konvensional dari anggota kelompok tani di TAR ini tidak sejalan dengan persepsi mereka mengenai perlunya pendirian dan pengembangan LKM-A di TAR.  Terdapat 97,8 persen dari total anggota kelompok tani di TAR yang menyatakan setuju dengan pendirian dan pengembangan LKM-A.  Potensi yang lebih kondusif mengenai pendirian dan pengembangan LKM-A didapatkan di Kelurahan Lebak Bulus, dimana lebih dari separuh (60%) anggota kelompok tani di Kecamatan Lebak Bulus mengharapkan sumber pembiayaan dari modal bersama kelompok tani dengan membayar bunga dan/atau dari modal bersama kelompok tani dengan pola bagi hasil. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas anggota kelompok tani di Kecamatan Lebak Bulus mengharapkan kelompok taninya untuk berperan sebagai sumber pembiayaan usaha.