JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kajian Teknologi Pemanfaatan Isi Rumen Kambing Sebagai Bahan Pakan Hijauan Untuk Ternak Ruminansia di Wilayah Perkotaan (2015)

Jumlah kambing yang dipotong di wilayah DKI Jakarta  mencapai lebih dari 100 ribu ekor/tahun, sehingga dapat diperkirakan bahwa rataan jumlah limbah berupa isi rumen kambing yang ada di wilayah DKI Jakarta dapat mencapai sebanyak lebih dari 5 ton/hari. Isi rumen kambing tersebut dapat diolah menjadi silase sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi ternak ruminansia yang dipelihara di wilayah ini. Selain itu, tingkat pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah pemotongan kambing juga akan dapat dikurangi atau bahkan dapat dihilangkan sama sekali.

Isi rumen merupakan kumpulan bahan pakan yang dikonsumsi oleh ternak dan berada di dalam lambung, namun belum sepenuhnya terfermentasi atau dicerna oleh ternak. Sehubungan dengan terdapatnya berbagai jenis mikroba pembantu pencernaan, zat perangsang pertumbuhan dan enzim, maka di dalam isi rumen terdapat zat-zat makanan bernilai gizi tinggi, meliputi asam amino esenssial, vitamin K, dan B komplek yang merupakan hasil sintesa mikroorganisme di dalam rumen. Kandungan protein kasar yang terdapat didalam isi rumen kambing adalah berkisar antara 13,8 - 27,3% dan kandungan serat kasar antara 28,3 - 34,91%.

Pada saat ini telah banyak dilakukan penelitian dalam upaya untuk memanfaatkan isi rumen sebagai bahan pakan untuk ternak. Namun demikian, hampir semua penelitian yang telah dilakukan tersebut pada umumnya menggunakan isi rumen sapi, hanya sebagian kecil saja yang menggunakan isi rumen kambing/domba. Dalam pengkajian ini dilakukan pembuatan silase menggunakan isi rumen kambing yang berasal dari tempat pemotongan kambing milik perorangan yang terdapat di wilayah DKI Jakarta.

Pengkajian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial yang terdiri atas 2 faktor perlakuan dan 6 ulangan. Adapun 2 faktor perlakuan yang diuji yaitu: a) Bahan pencampur (Onggok atau Dedak Padi); dan b) Inokulum Lactobacillus plantarum  (dengan atau tanpa menggunakan inokulan).

Pengamatan terhadap kualitas silase dilakukan baik secara fisik maupun secara kimiawi. Pengamatan secara fisik yaitu meliputi pH, warna, tekstur, ada tidaknya jamur dan bau/aroma silase. Selain itu juga dilakukan analisa proksimat, meliputi kadar bahan kering, protein kasar, serat kasar dan energi.

Diperoleh hasil bahwa aktivitas pemotongan ternak kambing/domba yang rutin dilakukan di wilayah DKI Jakarta adalah untuk melayani permintaan kegiatan aqiqah dan penjualan di pasar untuk keperluan rumah tangga, rumah makan dan restoran. Jenis kelamin ternak kambing/domba yang dipotong terutama adalah betina berumur sekitar 1,5 – 2,0 tahun dengan rataan bobot badan sebesar 17,2 kg, bobot karkas 8,50 kg dan persentase bobot isi rumen sebesar 12,6% dari bobot hidup. Untuk fermentasi isi rumen kambing lebih baik menggunakan dedak sebagai bahan pencampur daripada menggunakan onggok karena dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kandungan protein dan menurunkan kandungan serat kasar.

Penambahan inokulum Lactobacillus plantarum tidak diperlukan dalam proses fermentasi isi rumen kambing baik dengan penggunaan onggok atau dedak sebagai bahan pencampur.