JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengembangan Teknologi Pengolahan Limbah Rumah Potong Unggas untuk Bahan Pakan Ikan Lele (2014)

Salah satu teknologi yang sangat tepat untuk diterapkan dalam pemanfaatan limbah RPU, terutama untuk ayam mati, adalah teknologi fermentasi. Hasil fermentasi ini sangat aman untuk digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak/ikan. Proses fermentasi tersebut dapat dilakukan di lingkungan RPU, sehingga penyebaran penyakit yang berasal dari ayam mati akan dapat dihindari. Pengkajian tentang pengolahan ayam mati utuh melalui proses fermentasi untuk pembuatan pakan ternak ikan Lele telah dilakukan pada tahun 2012. Dari pengkajian tersebut diperoleh hasil bahwa formulasi untuk fermentasi ayam mati yang paling baik adalah: ayam mati + molases 20% + tepung jagung 20% + Lactobacillus spp. dengan lama  fermentasi 3 minggu. Cara fermentasi tesebut menghasilkan tepung dengan kadar protein 18,7%, lemak 34,4%, dan energi 2.315 kkal/kg, dengan kandungan mikroba Escherichia coli hanya sebanyak kurang dari 3 MPN/g, Salmonella sp. Negatif (per 25 g) dan nilai TPC hanya sebesar 20 cfu/µ. Sehubungan dengan kandungan lemak yang masih cukup tinggi, sehingga menyulitkan dalam pembuatan pelet untuk pakan ternak/ikan lele. Oleh sebab itu masih diperlukan pengkajian lanjutan untuk mendapatkan waktu fermentasi yang lebih singkat dan dengan menggunakan berbagai bahan pencampur dalam upaya untuk mereduksi kandungan lemak dari hasil fermentasi ayam mati. Pengkajian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 5 ulangan. Sebagai faktor pertama adalah jangka waktu fermentasi, yaitu selama 1, 2, 3, dan 4 minggu. Sedangkan faktor kedua adalah 2 macam bahan pembantu reduksi/pengurangan kadar air dan lemak dari bahan hasil fermentasi, yaitu berupa Onggok atau tepung kapur, dengan komposisi masing-masing di dalam bahan sebanyak 10, 15 dan 20% (w/w). Pengamatan yang dilakukan adalah meliputi pH, penampilan fisik (bentuk, warna dan aroma serta ada atau tidaknya jamur dan belatung). Sedangkan analisa kimia/proksimat yang dilakukan adalah meliputi kandungan bahan kering, protein, lemak, serat kasar, energi, Ca dan P. Data yang diperoleh dari semua parameter yang diukur dilakukan analisis sidik ragam (ANOVA) menggunakan paket program komputer SPSS versi 18.0. Apabila dari hasil analisis terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Diperoleh hasil bahwa lama waktu yang terbaik untuk menfermentasikan ayam mati menggunakan bahan tambahan berupa Molases, Tepung jagung dan Bakteri Lactobacillus plantarum adalah selama 3 minggu. Bahan pencampur yang terbaik digunakan adalah Onggok sebanyak 20% yang menghasilkan kandungan protein yang lebih tinggi, kandungan lemak dan serat kasar yang yang cukup rendah.