JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kajian Penampilan Reproduksi Dalam Persilangan Kambing Boer X Lokal Untuk Menghasilkan Kambing Pedaging Unggul di Wilayah DKI Jakarta (Teknologi Reproduksi) (2012)

Tingkat produktivitas kambing yang ada di wilayah DKI Jakarta masih tergolong rendah dan bahkan cenderung menurun, terutama karena sistem pemeliharaan yang kurang baik. Untuk meningkatkan produktivitas kambing lokal yang dipelihara di wilayah ini agar menjadi kambing pedaging yang lebih baik, maka diperlukan teknologi persilangan, yaitu melalui inseminasi buatan (IB), dengan jenis kambing tipe pedaging unggul.

Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mempelajari performans reproduksi kambing persilangan Boer x lokal .Pengkajian ini dibagi menjadi dua sub kegiatan yaitu: a) persilangan melalui IB menggunakan semen beku kambing Boer terhadap 4 jenis kambing lokal yaitu kambing Kacang, PE, Saanen dan Jawa Randu, dan b) pengamatan terhadap kebuntingan, kelahiran, pertumbuhan dan performans induk dan anak kambing hasil persilangan. Pengkajian ini dilaksanakan selama 2 tahun berturut-turut, yaitu pada tahun 2011 dan 2012, di 4 wilayah kota administrasi, Provinsi DKI Jakarta, yang banyak terdapat peternak kambing. Kambing yang terpilih disinkronisasi birahi menggunakan hormon Prostaglandin (PGF2α) sebanyak 2 kali dalam selang waktu 10 hari, lalu diinseminasi 3 hari kemudian sebanyak 2 kali dalam selang waktu 10-12 jam. Anak yang lahir disapih pada umur 3 bulan dan setiap induk kambing yang telah melahirkan langsung diinseminasi lagi segera setelah anaknya disapih. Selama tahun 2011 dan 2012 telah diinseminasi sebanyak 138 ekor kambing milik 34 orang peternak, terdiri dari 4 ekor kambing Kacang, 18 ekor PE, 24 ekor Saanen dan 92 ekor Jawa Randu. Diperoleh hasil bahwa rataan angka Rasio S/C (Service per Conception Ratio) adalah 1,44, Persentase kebuntingan (Conception Rate) 28,3% dan Lama kebuntingan 156 hari. Jumlah kambing yang melahirkan anak adalah sebanyak 39 ekor dan jumlah anak yang lahir adalah sebanyak 61 ekor dengan rataan jumlah anak sekelahiran sebanyak 1,56 ekor. Masa birahi kembali bagi induk yang melahirkan adalah selama 3 bulan setelah melahirkan, sehingga jarak beranak adalah selama 8 bulan. Rataan Bobot lahir anak kambing hasil persilangan adalah sebesar 3,26 kg, Bobot sapih 11,6 kg dan Bobot dewasa 35,6 kg. Rataan Pertambahan bobot badan (Pbb) mulai dari saat lahir sampai berumur 1 tahun adalah sebesar 90 g/ekor/hari. Penampilan fenotipe dari anak hasil persilangan lebih banyak menyerupai induknya, kecuali bentuk tubuh dan pantat menjadi lebih padat berisi menyerupai kambing Boer. Sehubungan dengan hasil persilangan ini dapat meningkatkan penampilan dan pertumbuhan anak kambing yang dihasilkan, oleh sebab itu untuk meingkatkan kualitas kambing lokal menjadi kambing pedaging yang lebih unggul, maka kegiatan persilangan dengan kambing Boer ini sebaiknya dapat dilaksanakan secara terus menerus di wilayah perkotaan DKI Jakarta.