JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Analisis Manajemen Biosekuriti RPA Relokasi dalam Upaya Pengendalian Penyakit Asal Unggas (H5N1) (2010)

Salah satu program yang dilakukan pemerintah dalam upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit flu burung adalah melalui restrukturisasi perunggasan di semua lini industri mulai dari produksi, distribusi, RPA, pengolahan hingga pemasaran akhir. Salah satu langkah kegiatan terkait yang dilaksanakan Pemda Jakarta adalah relokasi 219 buah TPnA dan 1.153 buah TPA ke lima lokasi RPA resmi, yaitu di Rawa Kepiting, Pulo Gadung, Cakung, Petukangan Utara dan Srengseng. Namun, untuk menghindari resiko dihasilkannya karkas yang kurang ASUH, pencemaran lingkungan, dan gangguan kesehatan masyarakat terutama di daerah padat penduduk seperti DKI Jakarta, maka relokasi RPA secara mutlak harus diikuti dengan penerapan sistem biosekuriti yang ketat.

Hal ini disebabkan karena RPA/RPU merupakan salah satu titik kritis dari penyebaran penyakit asal ayam/unggas di dalam rantai distribusi unggas tersebut.
Biosekuriti merupakan bagian integral dari sistem keamanan pangan produk peternakan maupun dari sistem pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular asal hewan/unggas. Biosekuriti RPA secara umum adalah serangkaian program dan prosedur yang dirancang untuk mencegah atau membatasi berkembang dan menyebarnya mikroorganisme serta hama berbahaya, dengan tujuan akhir untuk menghasilkan karkas berkualitas tinggi. Penerapan sistem biosekuriti di RPA memerlukan dukungan dan komitmen yang kuat dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku utama RPA maupun konsumen yang merupakan sasaran akhir produk yang dihasilkan.

Kegiatan analisis kebijakan ini bertujuan untuk : (a) mempelajari pemahaman dan penerapan biosekuriti pelaku agribisnis unggas di RPA relokasi, dan (b) menyusun bahan/saran masukan kebijakan bagi para pengambil kebijakan Pemerintah DKI Jakarta (provinsi atau wilayah) dalam manajemen biosekuriti RPA relokasi di DKI Jakarta, terkait implementasi Perda DKI No. 4 Tahun 2007.

Diperoleh informasi bahwa pada saat ini baru ada 3 tempat relokasi yang telah siap untuk menampung sebagian besar pedagang dan pemotong ayam yang ada di wilayah DKI Jakarta. Tempat yang paling siap adalah RPA milik swasta, yaitu PT. Kartika Eka Dharma yang berada di Kel. Srengseng, Jakarta Barat, yang diperuntukkan sebagai tempat relokasi bagi pedagang/pemotong ayam yang berada di wilayah Jakarta Barat.

Dua buah lokasi lain yang telah dianggap siap adalah RPA yang dipersiapkan oleh Pemerintah Daerah, yaitu RPA PD Dharma Jaya di Pulo Gadung, dan RPA Rawa Kepiting di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Namun demikian, konsep pembangunan kedua RPA ini adalah ditujukan untuk menyediakan tempat pada satu lokasi berupa TPnA bagi para pedagang ayam dan TPA bagi para pemotong ayam. Oleh sebab itu, upaya untuk menerapkan konsep biosekuriti terhadap tempat penampungan/pemotongan ayam dalam rangka mencegah merebaknya atau mengendalikan penyakit flu burung akan sangat sulit atau belum bisa untuk diterapkan. Seyogyanya, Pemda hanya membangun sebuah RPA atau RPU dengan dilengkapi fasilitas pemotongan yang paling kurang berupa peralatan yang dioperasikan secara semi modern, dan tidak perlu lagi menyediakan TPnA sebagai tempat penjualan ayam bagi para pedagang ayam. Pada masa yang akan datang sudah harus diterapkan peraturan bahwa ayam tidak boleh dijual dalam bentuk hidup, tapi langsung dibawa dari luar daerah ke areal RPA untuk diistirahatkan selama maksimal 12 jam sebelum dipotong di RPA.

Direkomendasikan bahwa untuk dapat terlaksana atau terbangunnya sebuah RPA/RPU yang sesuai dengan penerapan tindakan biosekuriti yang ketat agar dapat mengendalikan penyakit flu burung, diperlukan paling kurang 3 hal yang harus dilaksanakan oleh Pemda Provinsi DKI Jakarta, yaitu perubahan mendasar dalam hal perilaku konsumen, sistem pemasaran dan sistem pemotongan ayam.