JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengkajian Teknologi Pemanfaatan Limbah TPA-TPnA sebagai Bahan Pakan Ternak (2010)

Total limbah yang dihasilkan oleh TPA/TPnA di DKI Jakarta per hari dapat mencapai 57,6 ton darah; 43,2 ton bulu; 5,04 ton sisa pembersihan daging, usus, dan tembolok; dan 8,0 ton ayam mati.  Limbah bulu, dan hasil pembersihan daging ayam mengandung berbagai asam amino dengan kisaran 0,15-13,6%. Tepung bulu mempunyai kandungan protein 86,50%, lemak 3,90%, serat kasar 0,40% dan energi metabolis sebesar 3.047 kcal. Persentase kandungan protein, serat kasar, dan energi metabolis dari limbah tersebut setara dengan konsentrat pakan unggas maupun ruminansia.  Oleh sebab itu, pemanfaatan limbah TPA dan TPnA sebagai salah satu sumber bahan pakan ternak sangat berpotensi untuk dikembangkan.

Limbah TPA yang akan diolah menjadi bahan pakan ternak disesuaikan dengan potensi yang ada antara lain limbah bulu, limbah offal (sisa-sisa usus, sisa-sisa lemak, sisa-sisa potongan ayam), serta ayam mati untuk diolah menjadi pellet pakan ikan lele maupun pakan sumber protein pada campuran pakan ternak ruminansia. Proses pengolahan limbah TPA akan dilakukan secara fisika maupun secara kimiawi.  Proses fisika meliputi teknologi pemanasan, penghancuran dan pengeringan, sedangkan proses kimia menggunakan beberapa senyawa kimia yang dapat mempercepat penghancuran materi bahan pakan. Parameter pengujian meliputi kecepatan pengeringan, kandungan gizi (analisa proksimat), dan uji mikrobiologi untuk bakteri patogen (Salmonella sp. dan Escherichia coli).  Dari hasil kegiatan ini diperoleh bahan pakan asal limbah TPA/TPnA berupa tepung bulu dan tepung offal/jeroan dan sisa-sisa pemotongan dengan kandungan protein kasar yang cukup tinggi melalui metode yang dapat dilaksanakan oleh industri rumahan maupun usaha perorangan.