JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengkajian Penggunaan Tepung Limbah Organik Pasar Sebagai Pengganti Dedak Hingga 30% Pada Ransum Ternak Itik Petelur (2009)

Bahan berupa tepung limbah organik pasar mempunyai potensi untuk digunakan sebagai pengganti dedak padi di dalam ransum ternak. Kegiatan pengkajian yang dilakukan ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan bahan tersebut jika dimasukkan ke dalam ransum. Pengkajian dengan ternak itik petelur dilaksanakan di Kelurahan Cakung Timur, Kotamadya Jakarta Timur, menggunakan itik jenis lokal milik peternak setempat, sebanyak 80 ekor itik betina. Pengkajian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 macam perlakuan dan 20 ulangan. Jenis perlakuan yang akan dikaji, yaitu penggunaan 0%, 10%, 20% dan 30% tepung limbah organik pasar di dalam ransum. Ulangan yang akan digunakan adalah berupa 20 ekor itik betina berumur lebih dari 6 bulan atau telah berproduksi yang ditempatkan dalam 2 sekat kandang. Pengamatan dilakukan selama 3 bulan berturut-turut dan parameter yang diukur selama masa pengamatan adalah produksi telur harian dan kualitas telur (berat telur, berat kuning telur, berat putih telur, berat kerabang telur, indeks warna kuning telur, kualitas putih telur  atau Haugh-Unit (HU) dan tebal kerabang telur).Hasil kajian menunjukkan dalam pengolahan limbah sayur menjadi tepung, persentase hasil tepung dari berat segarnya hanya sekitar 5-8%. Produksi telur harian yang tertinggi terdapat pada perlakuan P-3(80,48%).

Berdasarkan uji BNT produksi telur harian pada P3 tidak berbeda nyata dengan P-0(79,05%) dan P-2(77,14%)  tetapi berbeda nyata dengan P-1(75,24%). Pengamatan terhadap kualitas telur secara keseluruhan tidak terlihat perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaan yang signifikan hanya terjadi pada Haugh-Unit atau kekentalan putih telur dan warna kuning telur. Dimana sebelum pengkajian rata-rata nilai Haugh-Unit adalah 87 dan sesudah pengkajian adalah 92. Sedangkan untuk warna kuning telur perjadi perubahan dari indeks 14** sebelum pengkajian menjadi 14*** sesudah pengkajian. Dengan pemakaian TLOP sebanyak 30% (P-3) untuk menggantikan dedak memberikan tambahan pendapatan setiap hari sebanyak Rp. 704,- dibandingkan dengan pakan tanpa penggantian dedak.