JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pemanfaatan Silase Jagung QPM sebagai Pakan Alternatif untuk Ternak Ruminansia (2007)

Pengkajian ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2007 dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan silase jagung Quality Protein Maize (QPM) ke dalam ransum terhadap produksi dan kualitas air susu sapi perah. Dalam kegiatan ini digunakan sebanyak 10 ekor sapi perah jenis FH yang dipilih berdasarkan kategori tertentu meliputi: a) tingkat laktasi I sampai III, b) bulan laktasi 2 sampai 4 dan c) produksi susu antara 8 sampai 15 liter/hari. Ternak tersebut dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 ekor dan kepada setiap kelompok diberikan pakan yang berbeda, yaitu berupa a) pakan Kontrol dan b) pakan Silase jagung QPM.

Pengamatan dilakukan selama 6 minggu berturut-turut, 2 minggu pertama sebagai masa penyesuaian dan 4 minggu berikutnya merupakan masa pengumpulan data. Data dikumpulkan 3 kali seminggu dan 2 kali dalam sehari sesuai dengan waktu pemerahan, yaitu pada jam 4.00 WIB dan jam 13.00 WIB. Data yang dikumpulkan meliputi Berat Jenis (BJ) dan Volume air susu (liter/ekor) yang dihasilkan oleh setiap ekor sapi dan semua data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji beda-t atau t-test.

Pemberian pakan Silase mempunyai kecenderungan untuk menyebabkan peningkatan produksi air susu, yaitu terutama terhadap volume air susu dalam satuan liter/ekor/hari dan kg/ekor/hari atau sebelum dikorekasi terhadap kandungan lemak air susu (Tabel 7). Namun akibat terjadinya penurunan kandungan lemak dalam air susu pada kelompok ternak dengan pakan Silase, maka menyebabkan produksi susu setelah dikoreksi terhadap kandungan lemak atau dalam satuan Kg 4% FCM/ekor/hari menjadi tidak berbeda nyata dengan kelompok ternak Kontrol, yaitu dengan nilai rataan sebesar 11,29 Kg 4% FCM/ekor/hari.

Angka produksi air susu yang diperoleh dari hasil pengkajian ini adalah hampir sama dengan yang dilaporkan oleh Suryahadi, dkk. (2003), yaitu sebesar 11,357 Kg 4% FCM/ekor/hari untuk ternak sapi perah yang dipelihara di Jakarta Selatan. Adapun jenis dan kondisi ternak yang digunakan adalah sama, akan tetapi kualitas pakan lebih rendah, walaupun demikian karena nilai BJ yang lebih randah dan kadar lemak yang lebih tinggi mengakibatkan perhitungan produksi air susu dalam angka yang telah dikoreksi terhadap kadar lemak menjadi tidak berbeda nyata.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan silase jagung QPM mempunyai kecenderungan untuk menurunkan nilai Berat Jenis (BJ) dan kadar lemak dalam air susu ternak, sehingga jumlah air susu yang dihasilkan oleh ternak setelah dikoreksi terhadap kandungan lemak menjadi tidak berbeda nyata untuk kedua kelompok ternak yang digunakan dalam pengkajian ini.