JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengkajian Pemeliharaan Terpadu Tiktok dengan Padi, Ikan dan Azolla di Wilayah DKI Jakarta 2006

Pemeliharaan itik di wilayah DKI Jakarta telah dilakukan turun temurun. Pada umumnya pemeliharaan itik berada dekat areal persawahan yang berada tidak jauh dari rumah tempat tinggal peternak. Integrasi antara pemeliharaan itik petelur dengan padi sawah sudah biasa dilakukan oleh peternak, sedangkan sistem integrasi antara pemeliharaan itik pedaging dengan padi sawah sampai saat ini belum banyak dilakukan oleh petani. Dengan sistem terpadu ini dapat meningkatkan jumlah pasokan itik pedaging di DKI Jakarta serta dapat meningkatkan pendapatan petani selain dari padi.

Pengkajian ini menggunakan 280 ekor tiktok umur 14 hari, benih padi varietas Ciherang, ikan nila dan tumbuhan air Azolla sp. Dilakukan di Kel. Rorotan Jakarta Utara dengan menggunakan empat petani kooperator, di awali dengan penanaman padi dengan sistem jajar legowo dua baris. Tiktok yang dilepas berumur 14 hari dengan kepadatan 70 ekor/ 2000 m2 dengan lama pemeliharaan 75 hari. Penanaman Azolla sp. dilakukan bersamaan dengan penanaman padi. Dua minggu setelah tanam padi; tiktok dan ikan dilepas dengan padat tebar 2.500 ekor/ha. Tiktok dipanen pada saat butir padi akan keluar dan 2 minggu kemudian saat air akan dikeringkan, ikan juga dipanen.

Hasil pengkajian menyebutkan bahwa keuntungan finansial pada usahatani padi sawah dengan integrasi tiktok sebesar Rp 12.681.600,- dengan B/C ratio 1,67. Tambahan pendapatan petani padi sawah terintegrasi tiktok sebesar Rp 7.027.600,-/ha/musim tanam.

Usahatani padi terintegrasi tiktok, ikan dan Azolla akan sulit berkembang jika sistem pendukung tidak ditangani oleh pemerintah. Teknologi ini membutuhkan sistem irigasi yang baik yang menjamin air tersedia secara teratur, karena air inilah yang dibutuhkan oleh padi, tiktok, ikan dan Azolla. Selain itu sistem pembibitan/pembenihan harus diatur dengan baik, sehingga petani yang membutuhkan bibit tiktok maupun benih padi bisa tersedia setiap saat. Teknologi usahatani padi sawah terintegrasi tiktok, ikan dan Azolla sangat tepat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan petani/ peternak. Peternak mulai terpacu untuk melaksanakan kembali kegiatan bertanam padi dengan menggunakan teknologi ini, hal ini dapat dilihat dengan adanya respon petani untuk memesan bibit tiktok sebanyak 1600 ekor untuk kelompok ternak Teguh Karya Rorotan.

Pemeliharaan sistem integrasi ini juga bermanfaat untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), hal ini telah terbukti dengan ikut sertanya warga tersebut dalam pemeliharaan dan pemesanan bibit tiktok untuk meneruskan kegiatan ini.