JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kajian Kelayakan Sosial Ekonomi Pemanfaatan Limbah Industri Tahu Sebagai Pupuk Organik, Bahan Pakan Ternak, dan Bahan Baku Nata De Soya (2016)

Industri tahu di wilayah Jakarta dan sekitarnya makin berkembang. Sebanyak 315 unit usaha  dengan total produksi tahu mencapai 108.675.000 kg/th. Hasil pengolahan industri tahu menyisakan limbah yang berupa limbah padat dan limbah cair. Ampas tahu mempunyai nilai gizi dan biologis yang tinggi sebagai bahan pakan. Limbah cair tahu dengan karakteristik mengandung bahan organik tinggi, suhu mencapai 40ºC-46ºC, kadar BOD5 (6.000-8.000 mg/1), COD (7.500-14.000 mg/1), TSS dan pH yang cukup tinggi.  Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar. Salah satu cara menanggulangi dampak negatif limbah industri tahu adalah memanfaatkannya dengan mengolahnya menjadi produk yang lain. Kajian tentang pemanfaatan limbah tahu telah dilakukan, namun belum dilakukan secara komprehensif dan belum banyak diketahui kelayakan sosial ekonominya. Oleh karena itu diperlukan kajian mendalam mengenai kelayakan sosial ekonomi pemanfaatan limbah tahu sebagai pupuk organik/energi biogas, bahan pakan ternak dan bahan baku nata de soya.